Puluhan Rumah Sekitar Pantai Airmanis Diterjang Abrasi

27
GENANGAN AIR: Sejumlah warga berjalan di tengah genangan air laut akibat abrasi di Pantai Airmanis, Kelurahan Airmanis kemarin. (Adetio - Padek)

Puluhan rumah di sepanjang Pantai Airmanis, Kelurahan Airmanis Kecamatan Padang Selatan rusak diterjang bencana abrasi yang terjadi selama dua hari terakhir. Tingginya gelombang air laut mencapai jalan akses masuk kawasan wisata Pantai Airmanis.

Pantauan Padang Ekspres, sejumlah rumah yang berada di sepanjang bibir pantai rusak parah terutama di bagian dapur rumah.
Tingginya gelombang air laut bahkan menyebabkan banjir rob yang menggenangi beberapa rumah warga termasuk satu SDN 07 Airmanis Kecamatan Padang Selatan.

Bencana abrasi tidak hanya terjadi di kawasan Pantai Airmanis Padang, tapi juga terjadi di sepanjang Pantai Padang dan Pantai Pasirjambak, Kecamatan Kototangah Padang.

Bahkan di kawasan Pantai Padang, air laut mencapai Jalan Samudera sehingga menyebabkan beberapa material seperti batu, sampah, dan kayu berserakan di tengah jalan dan sempat mengganggu aktivitas lalu lintas.

Salah satu warga Pantai Airmanis, Syafril Oyon, 60, kepada Padang Ekspres, Rabu (27/5) menceritakan peristiwa abrasi di Pantai Airmanis terjadi Selasa lalu sekitar pukul 06.00 sampai pukul 10.00. Ia mengaku tiba-tiba gelombang air laut mencapai rumah-rumah warga yang berada di sekitar bibir pantai.

Gelombang air laut diperkirakan sekitar tiga sampai empat meter dan merusak rumah-rumah warga terutama bagian dapur dan lantai rumah. Gelombang tinggi sendiri terjadi setiap pagi hari dan mereda pada waktu siang dan malam.

“Abrasi dan gelombang tinggi air laut ini sudah dua hari terjadi. Puluhan rumah yang berada di sekitar bibir pantai rusak akibat diterjang ombak tersebut,” jelasnya.

Syafril menyebutkan, abrasi dan gelombang tinggi air laut yang mencapai rumah warga bukan merupakan peristiwa tahunan. Syafril mengaku, sejak puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut, baru dua kali terjadi peristiwa serupa.

“Jadi yang pertama itu terjadi empat tahun lalu. Nah yang sekarang ini yang paling parah dampaknya terhadap masyarakat. Selain merusak rumah, warga yang berprofesi sebagai nelayan juga tidak bisa melaut,” ungkapnya.

Untuk penanganan abrasi sementara, warga diberikan bantuan karung pasir yang digunakan sebagai penghambat air laut masuk ke rumah-rumah warga oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Namun Syafril berharap agar pemerintah melalui instansi terkait untuk membangun batu pemecah ombak di lokasi tersebut agar gelombang tinggi dan abrasi bisa diatasi sehingga masyarakat tidak khawatir lagi jika sewaktu-waktu peristiwa tersebut terulang kembali.

“Sebenarnya jauh-jauh hari kami telah mengajukan permintaan agar dibangun batu pemecah ombak di kawasan ini, tapi sampai sekarang masih belum direalisasikan,” tukasnya.

Nurleli, warga RT 1, RW 2 Kelurahan Airmanis mengatakan, peristiwa abrasi ini sudah terjadi sejak awal Ramadhan, tapi tidak sampai merobohkan bangunan. “Rumah kami hampir roboh akibat dihantam abrasi,” ucapnya. Abrasi ini membuat dirinya tidak dapat tidur nyenyak karena dihantui rasa takut.

Warga lainnya Dedi, 46, mengatakan, peristiwa ini merupakan yang terbesar sejak puluhan tahun terakhir. Ombak mengikis tepi pantai 2 hingga 3 meter setiap tahunnya. “Tidak pernah terjadi abrasi sebesar ini yang sampai merobohkan bangunan,” ujarnya.

Terpisah, Kasi kedaruratan BPBD Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan terdapat beberapa lokasi yang mengalami gelombang air laut tinggi dan abrasi di Kota Padang di antaranya Pantai Pasirjambak, Airtawar Padang, Pantai Padang, Airmanis, dan Sungaipisang.

Untuk menanggulangi dampak abrasi tersebut, BPBD Kota Padang melakukan penanganan darurat berupa pemasangan karung yang berisi pasir di bibir pantai untuk meminimalisir dampak abrasi.

“Yang bisa kita lakukan saat ini hanya penanganan yang bersifat darurat seperti pemasangan karung berisi pasir di sepanjang bibir pantai dan rumah warga,” jelasnya.

Sutan menyampaikan, sejak kemarin pihaknya telah memasang sebanyak 500 karung pasir yang dibagi di dua lokasi yaitu di Pantai Airmanis sebanyak 250 karung dan pantai di Sungaipisang sebanyak 250 karung.

“Jumlah karung masih kurang untuk dua lokasi tersebut, termasuk di lokasi lainnya. Untuk itu kami sedang meminta bantuan dari berbagai pihak untuk karung pasir tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sutan menjelaskan, untuk penanganan jangka panjang tentunya BPBD Kota Padang menyerahkan kepada instansi terkait seperti pemasangan batu krib atau pemecah ombak.

“Untuk saat ini, kami hanya melakukan penanganan secara darurat serta mendata warga-warga yang terdampak akibat abrasi tersebut untuk dibantu kelanjutan hidupnya,” tukasnya.

Terpisah, Kapolsek Padang Selatan AKP Ridwan memberikan bantuan sembako kepada warga yang terkena dampak abrasi tersebut. Selain sembako, pihaknya juga membantu warga membersihkan material yang dibawa gelombang laut dan membuat aliran air yang menggenangi permukiman warga.

Ia menambahkan, jika gelombang masih tinggi dan tidak ada perubahan, pihaknya akan menyiagakan Bhabinkantibmas di lokasi tersebut. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Babinsa setempat serta BPBD untuk menyediakan tenda bagi warga yang terdampak,” katanya. (a/err)