Sahhh!!! Mantan Manajer KSPPS BMT Kotolua Dituntut 2 Tahun Penjara!

26
DITUNTUT: Terdakwa Elyanda Omaria menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Senin (27/6).(IST)

Elyanda Omaria, terdakwa kasus dugaan korupsi dana Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Kotolua, Pauh, Kota Padang dituntut dua tahun penjara.

Selain itu, terdakwa yang merupakan mantan manager di koperasi tersebut juga dituntut untuk membayar uang pengganti senilai Rp 157 juta subsider satu tahun kurungan.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan membayar uang pengganti Rp 157.288.970 subsider satu tahun,” kata JPU Liranda Mardhatillah dan Sandra Ochtarini Cs saat membacakan tuntutan.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang saat sidang agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang, Senin (27/6).

JPU Kejari Padang menilai, terdakwa Elyanda Omaria terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan subsidari Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Hal-hal yang memberatkan, perbuatan Terdakwa telah mengakibatkan kerugian keuangan negara. Yang meringankan, Terdakwa beritikad baik membayar kerugian keuangan negara sebesar Rp 43.907.430,” papar JPU.

Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa Elyanda Omaria didampingi penasihat hukumnya mengajukan pledoi atau pembelaan secara tertulis. Ketua Majelis Hakim Juanda menunda persidangan.

Sidang akan kembali dilaksanakan Senin (11/7) dengan agenda mendengarkan pembelaan dari Terdakwa Elyanda Omaria. Pada tahap penyelidikan kasus ini ditemukan informasi bahwa pada tahun 2010, KSPPS BMT Kotolua Kecamatan Pauh mendapat dana hibah Rp 300 juta yang bersumber dari APBD Kota Padang.

Baca Juga:  Empat Hari Rakernas Apeksi 2022, PLN Berikan Listrik Andal Tanpa Kedip

Namun sejak tahun 2016, Elyanda Omaria tidak lagi menyetorkan kas ke rekening KSPPS Kotolua Kecamatan Pauh. Penyelidikan lalu dinaikkan ke tingkat penyidikan pada Maret 2021.

Hasil penyidikan ditemukan adanya pencairan pembiayaan fiktif tahun 2019-2020 yang dilakukan Terdakwa senilai Rp 324 juta. Pembiayaan fiktif yang dilakukan Elyanda Omaria sebanyak 44 kali dan digunakan untuk kepentingan pribadi dengan cara yang tidak sesuai SOP dan SOM KSPPS.

Hasil audit, kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi senilai lebih kurang Rp 260 juta. Kamis (9/12) tahun 2021, Elyanda ditetapkan sebagai tersangka. Berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti Selasa (1/3).

Terdakwa EIyanda Omaria lalu ditahan di Rutan Kelas IIB Padang setelah penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua dari jaksa penyidik kepada JPU dilakukan, Jumat  (11/3).

JPU Kejari Padang lalu melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi ini ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang, Rabu (23/3). (idr)