Puluhan Lapak PKL di Pantai Padang Ditertibkan

151
MASIH BANDEL: Petugas Satpol PP Padang mengamankan lapak PKL di Jalan Samudera, Rabu (27/7).(IST)

Satpol PP Kota Padang kembali mengamankan puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Samudera Pantai Padang, Rabu (27/7).

Kasatpol PP Kota Padang Mursalim mengatakan penertiban para PKL dimulai dari depan Masjid Al Hakim hingga Cimpago. Keberadaan lapak pedagang tersebut telah melanggar Perda No. 11 Tahun 2005.

“Para PKL tersebut telah melanggar Perda tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Hal itu disinyalir karena lapak tersebut berada di lokasi aktifitas masyarakat umum dan disinyalir menggangu masyarakat beraktivitas,” ucapnya.

Selain itu, Satpol PP juga membongkar lantai kayu yang dipasang pedagang di atas drainase, tujuannya agar drainase kembali bisa difungsikan dan memudahkan petugas dalam melakukan pengawasan dan pengontrolan aliran air di kawasan tersebut.

Mursalim menyebutkan, sudah hampir lima bulan Satpol PP Kota Padang melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada para pedagang agar tidak berjualan di bibir pantai, trotoar dan badan jalan di Jalan Samudera, namun imbauan tersebut seperti tidak dindahkan oleh para pedagang.

“Padahal setiap hari dilakukan sosialiasi, namun masih kita dapati pedagang yang menggunakan bibir pantai dan trotoar untuk berjualan. Masyarakat sangat berharap kawasan bibir pantai tersebut kembali tertib, indah, bersih dan rapi,” tambahnya.

Baca Juga:  Andre Rosiade Siap Eksekusi Aspirasi Warga Alai Parak Kopi

Mursalim menjelaskan, sebelumnya para pedagang sudah diberikan lahan untuk berjual beli seperti Lapau Panjang Cimpago, namun para pedagang masih tetap ngotot berjualan di trotoar.

Ia berharap agar para pedagang dapat mematuhi peraturan yang ada dan berjualan di lokasi yang telah disediakan. Sementara itu, Rabu (27/7), Satpol PP melakukan pemutusan aliran listrik saat sedang melakukan pengawasan PKL yang berjualan di bibir pantai.

“Terpaksa kita putus langsung alirannya, kita takut nantinya masyarakat yang menjadi korban, karena aliran listrik yang tidak aman. Sebelumnya juga sudah kita putus dan kabelnya kita amankan di Mako,” ujar Deni Harzandy.

Diduga pedagang yang sedikit nakal sengaja mengambil aliran listrik dari kabel induk, untuk dialirkan ketempat mereka berjualan.

Selain ada yang mengambil dari Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) Pantai Cimpago, ada juga oknum pedagang yang ditemukan mengambil langsung ke kabel induk dan itu yang paling sangat membahayakan. (cr1)