Tenaga Kesehatan Banyak Terpapar Covid-19

126
ilustrasi. (IST)

Sampai saat ini, kasus positif Covid-19 di Kota Padang terus melonjak naik. Kendati demikian, masyarakat masih saja menyepelekan wabah ini dengan tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Saya melihat masih saja ada sebagian masyarakat kita yang menyepelekan Covid-19. Mereka masih abai dengan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, berkerumun dan menjaga jarak. Bahkan ada organ tunggal beroperasi hingga larut malam,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Kota Padang Boby Rustam.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, wajar saja kasus Covid-19 terus naik dan sulit untuk diputus penyebarannya. Oleh karena itu, Boby berharap kepada Pemko Padang agar semakin intens lagi dalam menyosialisasikan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Sehingga upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dapat optimal.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat kasus positif Covid-19 kembali bertambah 11 kasus, kemarin (27/8).  Kepala Dinas Kesehatan Dinkes Kota Padang Ferimulyani mengatakan, 11 kasus positif itu berstatus orang tanpa gejala. Saat ini mereka telah menjalani isolasi mandiri, karantina dan dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Ferimulyani menyebut, banyak tenaga kesehatan (nakes) rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Kota Padang terpapar Covid-19. “Saya tidak menghitung berapa detail jumlahnya. Yang jelas dari penambahan 51 kasus positif Rabu (26/8) dan hari ini (kemarin, red), itu juga ada tenaga kesehatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebagai tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien positif Covid-19 memang memiliki risiko tinggi tertular Covid-19. “Mereka kan sudah enam bulan berkutat siang malam melayani pasien positif Covid-19, sehingga mulai lengah, jenuh, dan daya tahan tubuh mulai berkurang,” sebutnya.

Baca Juga:  Pawai Budaya Nusantara Lengkapi Kemeriahan Rakernas XV Apeksi

Namun demikian, Ferimulyani berharap jumlah tenaga kesehatan yang tertular Covid-19 tidak semakin bertambah. Sebab tenaga kesehatan ini garda terbelakang bukan garda terdepan penanganan Covid-19. “Kalau banyak tenaga kesehatan yang tertular Covid-19, siapa yang akan merawat dan melayani untuk kesembuhan pasien positif Covid-19 lagi,” tuturnya.

Dengan kondisi demikian, diharapkan masyarakat sebagai garda terdepan untuk memutus rantai penularan Covid-19. “Dengan cara menerapkan pola 3M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, kemudian mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” tukas Ferimulyani.

Berdasarkan hasil penelusuran data di laman resmi Dinkes Kota Padang, dari total 1096 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, 277 kasus diantaranya masih berstatus aktif. Dengan rincian 83 bergejala dan 194 tanpa gejala.

Dari 83 kasus positif bergejala tersebut, 48 orang pasiennya dirawat di rumah sakit, 32 orang isolasi mandiri, dan 3 orang menjalani karantina. Sedangkan dari 194 kasus tanpa gejala, 46 orang pasiennya dirawat di rumah sakit, 128 orang isolasi mandiri, dan 20 orang menjalani karantina.

Sementara itu, dari 200 kasus suspek, 22 orang diantaranya dirawat dan 179 orang menjalani isolasi. Sedangkan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit yang masih dalam pantauan 49 orang. (eri/i/a)