Tim AR Center Sambangi Rumah Sempit Buruh Cuci di Parupuak Tabing

20
Buruh curi yang juga pemulung, Yusnita menerima bantuan beras dan uang tunai dari Andre Rosiade melalui Tim AR Center Nurhaida dan rekan-rekan.

Dua tahun sudah sang suami berpulang kepada sang pencipta. Kini, Yusnita (54) menanggung beban anak-anaknya di rumah kayu sempit di Parak Anau Raya, Parupuak Tabing, Kototangah, Kota Padang.

Setiap hari, dia menerima pekerjaan sebagai buruh cuci, baik cuci piring ataupun cuci pakaian. Dia juga biasa mendapat pekerjaan mencabut rumput, pembantu rumah tangga dan mencari karah (pemulung).

“Dulu suami dan saya pemulung, dan kami juga menerima beli barang bekas di rumah. Karena dimodali orang. Setelah suami meninggal, saya tak lagi punya moda. Sekarang lebih mengandalkan membantu mencuci piring atau pakaian dari tetangga. Kadang dapat Rp50 ribu, paling banyak Rp100 ribu. Tapi tak setiap hari,” kata Yusnita yang memiliki 12 anak ini.

Kini, Yusnita tinggal di rumah kayu sangat sempit dengan dua kamar – satu kamar adalah ruang tamu yang disekat dengan triplek. Sehingga menyisakan ‘lorong’ selebar satu meter tembus ke dapur mereka. Di sana, dia hidup bersama  8 orang lainnya, yaitu anak, menantu, cucu dan juga seorang anak kakaknya. Untung rumah itu sudah jadi hak milik, tidak mengontrak lagi.

“Kami di sini ada tiga KK (kepala keluarga). Anak saya yang sudah berumah tangga juga tinggal di sini dua orang. Satu sudah pisah ada anaknya, satu bersama suami dan anaknya. Total ada sembilan orang dalam rumah, termasuk anak, cucu dan keponakan,” kata Yusnita saat didatangi Tim AR Center, akhir pekan lalu.

Kedatangan tim AR Center yang terdiri dari Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar Nurhaida, Alwis Ray (wakil sekretaris), Rina Shintya (wakil sekretaris Gerindra) dan Zulkifli (wakil bendahara) menyampaikan amanah dari Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade. Anggota DPR RI itu mendengar keluhan keluarga Yusnita dan langsung mengirimkan bantuan.

Baca Juga:  BP Jamsostek Sosialisasikan Paritrana Award

Menurut Yusnita, dia sehari-hari selama pandemi ini tetap mencari karah (plastik, red) dan benda-benda bekas lainnya untuk dijual ke penampung. “Dulu pernah jadi penampung, tapi karena anak banyak, tak cukup juga. Modal habis. Sekarang untuk makan saja susah,” kata Yusnita yang masih menanggung anak-anaknya.

Salah seorang menantunya yang tinggal bersamanya kini mulai membuka usaha gerobak minuman kesehatan, sampai jus pinang dan teh telur. “Saya berdoa lancar usahanya dan bisa hidup mandiri. Sekarang baru mulai buka di simpang dekat rumah kami,” kata Yusnita.

Yusnita berterima kasih atas bantuan beras dan uang tunai dari Andre Rosiade yang juga anggota DPR RI asal Sumbar. “Terima kasih pak Andre Rosiade, bantuan sudah kami terima. Kami sangat terharu, entah darimana pak Andre mendapatkan informasi tentang kami. Semoga pak Andre sukses selalu,” kata Yusnita yang masih menyekolahkan tiga orang anaknya.

Nurhaida yang juga Sekretaris PIRA (Perempuan Indonesia Raya) Sumbar mengaku mendapatkan informasi tentang kehidupan Yusnita. Tanpa pikir panjang, dia menyampaikan kepada Tim AR Center yang memang punya program bantuan beras dan uang tunai kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Selama pandemi ini, hampir tiap hari pak Andre meminta kami mengirimkan bantuan. Tentunya kepada yang benar-benar butuh. Kami tentu memverifikasi data dan mengirimkan untuk yang paling prioritas. Prorgam ini juga dibarengi dengan penyerahan sembako dan juga bantuan lain,” kata Nurhaida.

Terpisah, Andre Rosiade menyebutkan, pandemi Covid-19 entah kapan akan berakhir dan masyarakat sangat terpukul karenanya. “Kami mendapatkan banyak masukan tentang kondisi warga Sumbar. Karena itu secara bergiliran menyampaikan bantuan. Kami juga menyalurkan sembako, bantuan UMKM dan juga bedah rumah,” kata ketua harian DPP IKM ini. (*)