Hendri: Proses Pembelajaran di Sekolah hanya Tiga Jam

58

Wawako Padang Hendri Septa menjelaskan, walaupun masih berada di zona kuning, Pemko Padang tetap akan membuka kembali proses pembelajaran (PBM) tatap muka di sekolah pada Januari 2021.

“Kami bersama DPRD Padang telah melakukan survei kepada masyarakat tentang kualitas pendidikan daring yang selama ini dilakukan. Ternyata, ditemui banyak orangtua meminta sekolah kembali membuka pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, sekolah akan dibuka untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka. Dinas Kesehatan pun telah mengizinkan sekolah dibuka walau berada di zona kuning,” ucap Hendri saat Sidang Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap tiga Ranperda yang diajukan Pemko Padang.

Wawako menyatakan proses pembelajaran tatap muka di sekolah hanya tiga jam. “Implementasinya, proses belajar mengajar tatap muka hanya berlaku selama tiga jam sehari. Tidak ada jam istirahat  seperti proses pembelajaran sebelum pandemi. Selain itu, kantin di sekolah sengaja tidak boleh dibuka,” tegas Hendri.

Dia menjelaskan juga, jika kemudian ditemukan kasus Covid-19 di sekolah tersebut, maka sekolah bersangkutan akan kembali ditutup.

Baca Juga:  Jalan Bayang-Alahanpanjang Dilanjutkan

“Kita harus bisa hidup berdampingan dengan Covid. Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir. Kasihan anak-anak harus tetap belajar di rumah, apalagi orangtuanya tidak ada latar belakang guru. Oleh karena itu, kita akan kawal proses pembelajaran di sekolah ini dengan baik,” ucapnya.

Merealisasikan pembelajaran tatap muka di sekolah, saat ini sedang dilangsungkan tes swab kepada guru-guru di Kota Padang.

“Saat ini sudah 11 ribu guru di-swab, dan 10 persen di antaranya terpapar Covid-19, dan hari ini ini telah dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Padang Arnedi Yarmen menambahkan, daerah diberi kewenangan memberikan pembelajaran tatap muka di sekolah, oleh karena itu sarana dan prasarana pencegahan Covid-19 harus ada di sekolah.

“Protokol kesehatan 3M harus disiapkan oleh sekolah yang melakukan pendidian secara tatap muka. Dan saat ini kewajiban kita semua membiasakan diri dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, peran orangtua dalam memberikan pendidikan terhadap anak untuk mewajibkan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas anak,” ingat Arnedi. (hsn)