Langgar Aturan PSBB, Peralatan Karaoke Disita

Petugas Satpol PP Padang saat mengamankan perangkat komputer dan sound system dari salah satu kafe di Kota Padang. (IST)

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menyita satu unit sound system dan peralatan karaoke dari sebuah kafe yang berada di kawasan Matoaia Kecamatan Padang Selatan, Senin tengah malam (27/4).

Penyitaan tersebut dilakukan petugas lantaran pemilik kafe menghidupkan suara musik yang keras pada tengah malam sehingga mengganggu ketertiban umum dan ketenangan masyarakat serta tidak mematuhi aturan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Padang.

Kasatpol PP Kota Padang, Alfiadi, Selasa (28/4) mengatakan, penyitaan satu unit sound system dan peralatan karaoke dari salah satu kafe di Matoaia merupakan hasil dari laporan masyarakat dan patroli rutin yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Padang.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas langsung menuju ke lokasi kafe tersebut dan memang benar ditemukan satu kafe yang masih buka tengah malam dan menghidupkan musik dengan keras.

“Saat petugas kami tiba di lokasi, pengunjung yang berada di dalam kafe tersebut langsung kelabakan bahkan ada yang kabur lewat pintu belakang,” jelasnya.

Kemudian petugas Satpol PP langsung mengamankan dan menyita peralatan karaoke beserta sound system lengkap untuk kemudian dibawa ke Mako Satpol PP Kota Padang.

Selain menyita peralatan karaoke dan sound system, pihaknya juga memberikan peringatan tegas kepada pemilik kafe untuk tidak lagi melanggar aturan yang telah diterapkan.

“Personel mengamankan sound system dari kafe tersebut dan pemiliknya diberi peringatan keras, ini langkah tegas bagi mereka yang tidak patuh menerapkan PSBB,” ungkapnya.

Alfiadi menuturkan, ini sudah hari keenam PSBB diterapkan oleh Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Kota Padang, namun masih saja ditemukan oknum masyarakat yang membandel dan tidak mematuhi aturan PSBB itu sendiri.

“PSBB diterapkan dari tanggal 24 maret hingga 5 Mei mendatang, hal tersebut dilakukan melihat semakin tingginya angka penularan Covid-19 ke masyarakat,” tukasnya.

Dalam PSBB masyarakat diharapkan dan diimbau agar benar-benar mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemko Padang guna mempercepat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kita berharap agar masyarakat lebih banyak di rumah, tidak melakukan aktivitas berkerumun guna memutus mata rantai penularan Covid-19, karena penularannya tidak lagi dari luar namun sudah transmisi lokal,” ujarnya. (a)