Pencarian Korban Kapal Karam Dihentikan, Pihak Keluarga Berharap Pencarian Dilanjutkan

60
Kepala Kantor SAR Padang, Asnedi mengumumkan penghentian sementara pencarian 3 korban hilang, Sabtu (27/6). (IST)

Pencarian terhadap 3 orang korban kapal karam yang hilang sejak Minggu (21/6) malam di kawasan perairan laut Padang dihentikan sementara oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang, Sabtu (27/6).

Penghentian pencarian 3 korban hilang yang terdiri dari 2 orang pemancing dan 1 kru kapal tersebut diambil setelah melakukan diskusi bersama pihak keluarga korban hilang. Selain itu, penghentian pencarian 3 korban hilang juga sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pencarian yakni selama 7 hari.

Kepala Kantor SAR Padang, Asnedi kepada awak media mengatakan, pencarian terhadap 3 korban hilang akibat kapal karam tersebut telah dilakukan selama 7 hari sesuai dengan protap dan SOP dalam melakukan pencarian korban hilang.

“Jadi memang berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan sejak 7 hari, keberadaan 3 korban hilang masih belum ditemukan. Maka sesuai dengan SOP, kita hentikan pencarian terhadap 3 korban hilang ini,” ujarnya.

Namun Asnedi menyebutkan, penghentian pencarian ini bersifat sementara. Pihaknya akan melakukan evaluasi pencarian bersama Tim SAR gabungan. Selain itu, Basarnas Padang juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan para nelayan yang beraktivitas di laut.

Lebih lanjut Asnedi mengatakan, dalam upaya pencarian 3 korban hilang, Tim SAR gabungan sudah melakukan langkah dan upaya maksimal. Dalam 7 hari pencarian, Tim Basarnas Padang dibantu tim gabungan mengerahkan sejumlah alat utama pencarian untuk mengetahui keberadaan 3 orang korban hilang tersebut.

“Pada 7 hari masa pencarian, kami telah mengerahkan sejumlah 7 alat utama yang dimiliki yaitu dari Basarnas 3 unit kapal, Satrol TNI AL 2 unit dan 2 unit kapal dari Polairud,” ungkapnya.

Pencarian 3 korban hilang juga dibantu oleh satu unit helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, tim relawan dari klub pemancing juga ikut membantu pencarian korban hilang.

Asnedi menambahkan, untuk lokasi pencarian, Tim SAR gabungan selama 7 hari, menyisir perairan Kota Padang bahkan sampai ke kawasan perairan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Kemudian, Tim SAR gabungan juga menyisir sejumlah pulau-pulau yang berada di dua perairan tersebut.

Terakhir Asnedi mengatakan, pihaknya masih tetap berharap keberadaan 3 orang korban hilang tersebut bisa ditemukan baik dalam keadaan selamat ataupun sudah meninggal dunia, sehingga keluarga yang selama ini setia menunggu kabar mereka bisa tenang.

Sementara istri dari korban hilang atas nama Sandri Hadi, 36, Maizul Aini mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian terhadap suaminya ketika pergi memancing ke tengah laut.

Namun Aini masih berharap dan meminta agar pencarian terhadap suaminya dan dua orang lainnya tetap dilanjutkan beberapa hari lagi sehingga harapan untuk bisa mengetahui keberadaan mereka bisa kembali terbuka.

“Pastinya yang kami inginkan adalah pencarian tetap dilanjutkan. Kami meminta kepada Tim SAR gabungan dan pihak terkait untuk mempertimbangkan lanjutan pencarian,” harapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh anak dari korban hilang Ridwan Gazali, Yurindo. Yurindo berharap proses pencarian terhadap ayahnya dan dua orang pemancing bisa dilanjutkan.

Secara umum pihak keluarga sudah mengikhlaskan segala hal yang terjadi pada orangtuanya tersebut. Namun, dirinya beserta keluarga lain masih belum bisa tenang sebelum mengetahui keberadaan ayahnya itu.

“Mudah-mudahan pencarian terhadap ayah dan dua orang lainnya tetap dilanjutkan. Kami sangat ingin mengetahui keberadaan papa kami,” ujarnya. Untuk diketahui, 3 orang korban hilang tersebut atas nama Sandri Hadi, 36, pemancing, Ridwan Gazali, 61, kru kapal dan Yudi Trianda, pemancing. (a)