Tingkatkan Kapasitas Guru PAUD-HI Sebagai Kader 2P

9
PELATIHAN: Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Padang W. Teinike Yulvera dan jajaran bersama para peserta pelatihan, Selasa (28/6).(IST)

Pada masa pertumbuhan, orangtua sangat membutuhkan guru PAUD sebagai tenaga pendidik yang memiliki wawasan dalam pengasuhan serta keterampilan dalam membantu pencapaian penguatan kapasitas keluarga.

Namun sayangnya tidak semua guru memahami aspek dasar dalam tumbuh kembang anak yang distimulasi secara tepat. Serta belum memahami kebijakan keselamatan anak dan hak anak.

Menyikapi fenomena tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang bersama Tim Psikolog Puspaga Basamo Kota Padang memberikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendidik PAUD-HI Sebagai Pelopor 2P (Pelopor dan Pelapor) di salah satu hotel di Padang, Selasa (28/6).

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini diikuti 44 orang yang merupakan perwakilan guru-guru PAUD dari 11 kecamatan di Kota Padang.

Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Padang W. Teinike Yulvera mewakili kepala DP3AP2KB Padang dalam sambutannya mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan para peserta sebagai kader 2P. Serta mampu mengedukasi orangtua terkait pengasuhan positif.

“Dan yang lebih penting lagi, dengan keterampilan yang dimiliki oleh guru PAUD-HI ini, sangat membantu pencapaian kualitas keluarga untuk terwujudnya Kota Padang sebagai Kota Layak Anak,” katanya.

Ia menjelaskan, kader 2P haruslah memiliki kriteria yang dekat dengan fase tumbuh kembang di tahap awal perkembangan kehidupan. Karena tahap awal perkembangan kehidupan anak merupakan penentu keberhasilan perkembangan selanjutnya.

“Usia 5 tahun pertama merupakan masa keemasan, pada masa tersebut anak berpotensi mempelajari banyak hal dengan cepat,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakan, Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) sebagai tempat yang memberikan layanan pendampingan berupa edukasi, informasi, konseling, konsultasi dan lainnya bagi keluarga yang mengalami masalah tidak dapat bekerja sendiri mendampingi dan melindungi anak dengan baik.

Baca Juga:  Andre Rosiade Bantu Istri Penjual Roti Bakar yang Terkena Kanker Payudara

Untuk itu, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Puspaga harus mampu mencetak keluarga sebagai pelopor dan pelapor (2P). Sekaligus agen perubahan dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan khusus anak demi mempercepat terwujudnya 24 indikator kota layak anak (KLA).

Diantaranya pencegahan perwakinan anak, stunting, pencegahan pekerja anak, pemenuhan hak sipil anak dan lainnya.

“Kita berharap melalui program peningkatan kualitas keluarga dengan pembentukan kader 2P yang sesuai dengan standardisasi KLA dapat mengatasi permasalahan anak yang terjadi di sekitarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebuah kota layak anak harus mampu membuat seluruh anak merasa aman, nyaman dimanapun berada. Oleh karena itu, pembangunan anak harus diupayakan secara bersama-sama oleh pemerintah, lembaga masyarakat, media dan dunia usaha.

Ia berharap, para peserta dapat langsung mempraktekkannya di sekolah masing-masing dan juga menjadi influencer bagi guru-guru PAUD lainnya.

“Semoga kerja sama dan dukungan ibu-ibu guru Paud ini dapat berjalan terus, sehingga harapan kita meningkatnya kualitas generasi anak bangsa di masa yang akan datang dalam mengarungi zaman bonus demografi di tahun 2030 dapat terwujud,” harapnya.

Di sela-sela pelatihan tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama satuan pendidikan ramah anak melalui PAUD-HI untuk mendukung Kota Padang layak anak.

Pelatihan ini mendatangkan sejumlah narasumber yakni DP3AP2KB Padang, Psikolog Puspaga Basamo, Dinkes Padang, Dinsos Padang dan LSM Ruandu Foundation Padang. (eri)