Kubus Apung Dipindahkan ke Jembatan Rasuna Said

DLH Kota Padang akan memindahkan kubus apung dari bawah jembatan Tamsis ke jembatan Rasuna Said. (IST)

Kubus apung yang telah dipasang di bawah jembatan Tamsis, banjir kanal Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Timur, Jumat (17/7), kembali dibuka oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang sejak Kamis (23/7).

Kepala DLH Kota Padang Mairizon kepada Padang Ekspres kemarin (28/7) mengatakan, kubus apung tersebut masih dalam proses conditioning atau pengkondisian tempat yang tepat. Setelah dipasang selama lima hari di banjir kanal Alai Parak Kopi, ternyata posisi tersebut tidak sesuai.

“Hari keenam setelah pemasangan kan terjadi hujan deras. Karena sekitar 30 meter di atas lokasi pemasangan ada dam mengakibatkan kecepatan arus jadi tinggi, dan membuat kubus apung terbalik. Nah posisi di lokasi itu tidak cocok makanya kita buka lagi,” terangnya.

Dia menambahkan, kubus apung itu akan kembali dicoba untuk dipasang di tempat yang lain yakni di sekitar jembatan Jalan Rasuna Said persisnya di Rumah Makan Sederhana.
“Pertimbangannya, di situ airnya dalam dan biasanya arusnya tenang. Setelah itu, di atas jembatan itu ada saluran pembuangan air sehingga sampah bisa lebih banyak terhalang menuju laut,” katanya.

Mairizon menambahkan, pemasangan kubus apung di jembatan sekitar Rumah Makan Sederhana itu direncanakan dalam waktu dua hari ini. “Besok (hari ini, red) pengelola akan mempresentasikan kepada kami soal pemasangan di situ, apakah sesuai atau tidak. Selanjutnya, akan dibuat kedudukan. Seminggu setelah dibuat kedudukan, lalu baru dipasang lagi,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, DLH Kota Padang memasang kubus apung di aliran banjir kanal Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Timur, Jumat (17/7). Pemasangan kubus apung tersebut bertujuan untuk menghambat sampah-sampah yang hanyut di banjir kanal agar tidak sampai ke kawasan Pantai Padang.

Pemasangan kubus apung tersebut telah direncanakan DLH Kota Padang pada awal tahun 2020 lalu. Kubus apung ini terbuat dari bahan dasar material HDPE yang memiliki multifungsi.

Selain sebagai penghambat sampah yang hanyut tapi juga digunakan sebagai jembatan apung dan dermaga apung darurat, serta perakitannya bisa dibongkar pasang dalam waktu singkat. (i)