Cegah Stunting, Anggota IIDI Padang Jadi Orang Tua Asuh

27
Kebersamaan Ketua IIDI Padang Rima Semiarty bersama anggota dan petugas Puskesmas Padang Pasir, serta ibu hamil dan memiliki balita di Taman Edukasi Cimpago, Padang, Kamis (28/7).

Istri-istri dokter yang tergabung dalam Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Padang (IIDI Padang) kembali menunjukkan keseriusannya memberantas stunting. Kali ini, IIDI Padang menunjuk anggotanya menjadi orangtua asuh bagi ibu-ibu hamil di Kecamatan Padang Barat.

Hal itu mengemuka dalam puncak perayaan pelaksanaan Bulan Bhakti Istri Dokter Indonesia (BBID) sekaligus perayaan hari anak di Taman Edukasi Cimpago, Padang, kemarin (28/7). Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek atau jauh dari rata-rata anak lain di usianya.

“Kami dari IIDI Cabang Padang sepakat turun langsung menjadi orangtua asuh bagi ibu-ibu hamil tersebar di Kecamatan Padang Barat. Tujuannya, mencegah stunting pada anak-anak yang akan mereka lahirkan,” ucap Ketua IIDI Cabang Padang, Dr Rima Semiarty.

Menurut dia, kurangnya asupan nutrisi saat dalam kandungan dan setelah lahir menjadi penyebab stunting pada anak.

“Beberapa anggota IIDI Cabang Padang menjadi orangtua asuh bagi ibu-ibu hamil kurang mampu tapi Kekurangan Energi Kronis (KEK),” ucap Rima. Dalam hal ini, IIDI cabang Padang bekerja sama dengan Puskesmas Padang Pasir.

“Melalui petugas puskesmas pula kami mengetahui kondisi ibu-ibu hamil yang menjadi anak angkat kami. Semua kondisi kesehatan mereka akan dilaporkan kepada kami. Mulai dari apa yang dibutuhkan selama kehamilan hingga melahirkan. Yang terpenting adalah asupan gizi mereka,” ucap Rima. Intinya, IIDI hanya berkomunikasi dengan petugas puskesmas saja. Untuk itu, Ibu-ibu hamil mencek kondisi kehamilannya ke puskesmas.

Baca Juga:  Diskusi di Rajo Corner Padang: Sampah Peluang Ekonomi Bagi yang Tahu

Rona bahagia terpancar jelas di wajah ibu hamil tersebut. Mereka bangga dan bahagia memiliki orangtua asuh di kala hamil. Terlihat ada ibu hamil yang kandungan tiga hingga delapan bulan. Mereka berharap anak-anak yang dilahirkan dari rahminya, sehat dan tak cacat apapun. “Program orangtua asuh merupakan program baru yang kami gagas,” ungkap Rima.

Sedangkan dr Haviz Yuad, Sp.OG-KFER Spesialis Kandungan mengatakan, mencegah stunting pada anak perlu dilakukan sejak masa kehamilan. Anak yang mengalami masalah pertumbuhan sejak di dalam kandungan akan berisiko mengalami stunting pada saat balita kelak,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, beragam kegiatan dilaksanakan IIDI Cabang Padang selama Bulan Bakti Istri Dokter Indonesia ini. Yakni, memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja, calon pengantin hingga ibu hamil. Kemudian mengedukasi orangtua tentang asupan makanan bergizi pada anak. Semua itu dilakukan mendukung program pemerintah ddalam pencegahan stunting dan pengabdian kepada masyarakat. (cr6)