PM 59/2020: Sumbar Harus Miliki Lajur dan Parkir Sepeda

34
Kepala BPTD Wilayah III Sumbar Deny Kusdyana, Kadishub Sumbar Heri Nofiardi, Pengamat transportasi dari Unand Yossyafra, dan Korwil Bike to Work Padang Miya Maharani.

Pemerintah daerah harus memberikan fasilitas lajur jalan dan tempat parkir bagi pesepeda di Sumbar. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 59/2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan Raya. PM 59/2020 memuat sejumlah hal seperti atribut yang perlu dipasang di sepeda, tanda dan isyarat tangan, hingga rambu-rambu dan marka jalan yang perlu diperhatikan pesepeda ketika berkendara di jalan raya.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Angkutan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat, Ahmad Yani, saat webinar bertema “Gantung Motormu, Kayuh Sepedamu” yang digelar BPTD Wilayah III Sumbar di Hotel Grand Inna Padang, Selasa (29/9/2020).

“Ada beberapa larangan bagi pesepeda seperti, membiarkan sepeda ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan, pesepeda dilarang mengangkut penumpang kecuali dilengkapi tempat duduk penumpang di bagian belakang sepeda, mengoperasikan perangkat elektronik seluler saat bersepeda kecuali dengan piranti dengar, menggunakan payung saat bersepeda, berdampingan dengan kendaraan lain, kecuali ditentukan oleh rambu lalu lintas, serta bersepeda dengan berjajar lebih dari dua pesepeda,” jelas A Yani, panjang lebar.

Selain Ahmad Yani, webinar dalam  rangkaian Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ 2020) itu juga menghadirkan narasumber Yossyafra (pengamat transportasi dari Universitas Andalas), Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi, Miya Maharani (Korwil Bike to Work Padang), dan Dirlantas Polda Sumbar yang diwakili AKBP Agusni.

Yossyafra  menjelaskan, keselamatan jalan raya telah menjadi problema seluruh dunia, apalagi di saat pandemi Covid-19. Ada tantangan baru bagi moda angkutan dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Semen Padang Bidik ‘Penghargaan Informatif’ dari KI Sumbar

“Pada saat ini yang dibutuhkan keselamatan transportasi yang memberikan jaminan sehat kepada masyarakat. Khusus untuk pesepeda, seluruh stakeholders harus memberikan jaminan keselamatan bagi pesepeda, dan para pesepeda harus mentaati peraturan berlalulintas,” ujar Yossyafra.

Heri Nofiardi mengungkapkan kegiatan seperti webinar ini diharapkan dapat mensosialisasikan lagi kepada masyarakat tentang peraturan berlalulintas. “Rata-rata dua orang meninggal akibat kecelakaan lalulintas di Sumatera Barat. Melalui Pekan Nasional Keselamatan Jalan diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan jiwa dirinya dan orang lain di jalan raya,” ujar Heri Nofiardi.

AKBP Agusni menambahkan selama pandemi Covid-19 memang terjadinya penurunan angka kecelakaan. Hal ini disebabkan pemberlakuan PSBB dan kebiasaan hidup baru (new normal) di 19 kabupaten/kota di Sumbar.

“Dirlantas Polda Sumbar mencatat sebelum Covid-19 dari Januari–Maret 2020 kecelakaan terjadi sebanyak 884 kecelakaan, dan kecelakaan yang berakibat kematian sebanyak 108 kecelakaan. Saat pandemi angka tersebut menurun. Yakni, April-Agustus 2020 terjadi 543 kecelakaan, dan kematian akibat kecelakaan 107. Sedangkan pada masa new normal hingga saat ini terjadi kecelakaan sebanyak 444 kali, dan kematian akibat kecelakaan sebanyak 72 orang,” jelas AKBP Agusni.

Seperti diketahui, untuk kegiatan PNKJ 2020, BPTD Wilayah III Sumbar telah melaksanakan Mural Competition 17 September 2020, dan Virtual Rally Fun Bike 24 September lalu. (hsn)