Warga Binaan Desaku Menanti Dilatih Bikin Kue

7
SERIUS: Para peserta pelatihan sedang dilatih membuat kue di Aula Gedung LPKS Kasih Ibu Airdingin, Lubuk Minturun, Selasa (29/3).(IST)

Sebanyak 18 orang warga binaan Desaku Menanti dan 2 juru masak LPKS diberi pelatihan atau kursus singkat membuat beberapa jenis kue di Aula Gedung LPKS Kasih Ibu Airdingin, Lubuk Minturun, Selasa (29/3).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Padang selama tiga hari mulai 29 Maret hingga 31 Maret 2022. Kepala Dinas Sosial Kota Padang Ances Kurniawan mengatakan, kursus singkat membuat beberapa jenis kue ini bertujuan untuk memberikan keterampilan terapan yang bisa dilaksanakan peserta pascapelatihan.

Sehingga dari kursus singkat ini diharapkan peserta mampu mandiri dan berwirausaha serta memasarkan kue buatan atau olahannya selepas mereka tidak lagi menjadi warga binaan Desaku Menanti.

“Kita tentunya berharap para peserta mampu untuk berwirausaha dengan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan atau kursus singkat ini,” ujar Ances Kurniawan sembari menambahkan, peserta dilatih oleh tenaga profesional dan guru SMK.

Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, pelatihan ini merupakan wadah bagi warga Desaku Menanti untuk menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan, terutama untuk bisa berwirausaha secara mandiri. Sehingga dengan wirausaha itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga di kemudian hari.

Baca Juga:  Harga Migor Curah Mulai Turun, Tapi Masih di Atas HET

“Kami, melalui Dinas Sosial Kota Padang terus berupaya dan berusaha untuk melatih atau memberikan keterampilan bagi warga Desaku Menanti ini setiap tahunnya selama lima tahun ini sejak tahun 2018 hingga sekarang,” jelas Hendri Septa.

Dinas Sosial sudah memberikan berbagai macam pelatihan keterampilan warga binaannya baik bapak-bapak dan ibu-ibu seperti pelatihan perbengkelan/mesin untuk bapak-bapak pelatihan menyulam, membuat papan karangan bunga, membuat kue tradisional, kue bolu dan lainnya.

“Kami berharap setelah kursus ini, ibu-ibu ada perubahan dan ada peningkatan kemandirian untuk berusaha dan jadikanlah ini sebagai modal usaha untuk mandiri setelah ibu-ibu keluar dan meninggalkan Kompleks Desaku Menanti ini,” harap Hendri Septa. (cr6/cr5)