Bantuan Belum Bisa Dikucurkan, Pemko Beralasan Terkendala Aturan Kerap Berubah

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang, Afriadi. (INTERNET)

Meski masyarakat terdampak virus korona (Covid-19) sudah resah dan lama menunggu bantuan jejaring pengaman sosial, namun Pemko Padang belum juga menyalurkannya. Pemko beralasan karena berubahnya aturan dan pedoman penyaluran bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang, Afriadi kepada Padang Ekspres menyikapi belum turunnya bantuan untuk warga terdampak Covid-19, di kantornya kemarin (29/4).

Dia mengatakan, kronologis bantuan belum juga turun karena awalnya Pemko Padang diberi kuota dari provinsi sebanyak 8.049 kepala keluarga (KK) dikali 5 jiwa atau 40.245 jiwa. “Ini perintah pertama dari provinsi. Kami sudah buat data dan buktinya ini sudah kami jilid dua rangkap. Kota Padang pertama kali se-Sumbar yang memasukkan data ke provinsi,” ujar Afriadi.

Setelah itu dari 40.245 jiwa itu pindah lagi ke rumah tangga. Kemudian berubah lagi, kemungkinan karena keterbatasan anggaran di provinsi. Nah dari format yang diberikan 40.245 itu diubah lagi formatnya. Dengan meminta format terbaru by name by addres, kemudian NIK yang sesuai dengan Capil, dan nomor telepon serta tempat lahir. “Kerap berubahnya aturan ini sangat menyusahkan RT, RW, dan kelurahan di lapangan,” imbuhnya.

Lalu, beranjak ke Kementerian. Di kementerian, katanya, juga diubah. Kuota untuk Kota Padang awalnya 28.594 KK dan formatnya juga berbeda dari sebelumnya. “Di sini juga mencantumkan NIK, by name by address, nomor telepon, dan tempat lahir. NIK ini yang menjadi kendala kami di tingkat RT. Kenapa? Dari 28.594 KK yang diakui cuma 18.000 karena NIK-nya tidak sesuai dengan yang di Kemendagri,” paparnya.

Jadi pedoman orang pusat itu NIK. “Kami sudah konsultasi dengan Capil, ini akan dipadankan. Tidak mungkin kita menunggu lama,” sambung Afriadi.

Lebih lanjut, Afriadi menyebutkan masih banyak lagi persoalan, sehingga penyaluran bantuan dari Pemko Padang kepada masyarakat terdampak Covid-19, belum juga turun.
Termasuk persoalan Kemensos RI mengeluarkan data penerima bantuan langsung tunai (BLT) untuk Kota Padang berjumlah 26.659 tanpa finalisasi Dinsos Kota Padang.

“By name by addres penerima BLT berjumlah 26.659 itu tidak bisa diakses sebelum penandatanganan berita acara serah terima dengan Kemensos RI. Sehingga Dinsos tidak bisa memastikan data yang dikeluarkan oleh Kemensos RI dengan data yang sudah diupload Dinsos melalui CNG,” ujarnya.

Dikhawatirkan jika direalisasikan BLT sebanyak 26.659 tersebut, tidak sesuai dengan data yang diusulkan oleh Dinsos Kota Padang sehingga bisa memunculkan permasalahan baru.
“Seandainya berita acara serah terima ditandatangani berarti saya bertanggungjawab dengan data yang telah disediakan oleh Kemensos RI tanpa melalui verifikasi dan validasi. Sementara usulan Dinsos yang kami upload itu sebanyak 28.594 KK. Ini permasalahan kami,” sebutnya.

Oleh karena itu, untuk bantuan dari Pemko Padang, pihaknya belum mengeluarkan data yang sempurna lantaran menunggu data finalisasi dari pusat, selanjutnya data penerima bantuan dari provinsi sebanyak 13.415.

“Nah, setelah bantuan ini final, baru akan kami finalisasi bantuan dari Pemko Padang. Pemko Padang sudah mendata melalui RT, RW dan kelurahan sebanyak 143.237 KK di lapangan. Setelah bantuan dari pusat dan provinsi selesai baru kita akan bantu dari Kota Padang. Dananya sudah tersedia, tinggal data,” ucap Afriadi.

Dia menyatakan, lambannya pendataan karena perlu kehati-hatian. Jika salah, maka akan berdampak pada keuangan Kota Padang. “Ditambah lagi surat dari KPK bahwa jangan sampai pemberian bantuan kepada masyarakat ganda atau duplikasi. Ini yang kami khawatirkan,” tukasnya.

Sementara itu Sekko Padang Amasrul mengatakan, Kota Padang belum bisa memberikan bantuan karena adanya permasalahan seperti yang disampaikan oleh kepala Dinas Sosial tadi. “Tapi dengan lembaga-lembaga zakat, Senin besok kita akan memberikan bantuan beras sebanyak 10 kilogram dengan penerima sekitar 20.000 orang,” ujarnya. (i/r)