Masih Ada Masjid/Mushala Gelar Shalat Tarawih

Wawako Padang Hendri Septa saat berdiskusi dengan pengurus Masjid Madinatul Munawwarah Berok Nipah, kemarin. (Adetio Purtama-Padang Ekspres)

Wakil Wali Kota Padang bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Padang mendatangi jamaah Masjid Madinatul Munawwarah Berok Nipah Kecamatan Padang Barat, Rabu (29/4). Kedatangan wawako ini untuk menyosialisasikan aturan pembatasan sementara aktivitas ibadah di masjid.

Pantauan Padang Ekspres, rombongan Wawako Padang tiba di Masjid Madinatul Munawwarah sekitar pukul 15.30 dan langsung melakukan diskusi dengan para pengurus Masjid Madinatul Munawwarah.

Hendri Septa kepada awak media mengatakan, tujuan kedatangan ke Masjid Madinatul Munawwarah adalah untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada jamaah dan masyarakat sekitar masjid untuk sementara membatasi kegiatan ibadah di masjid.
Pembatasan aktivitas kegiatan ibadah sementara di masjid tersebut sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita datang ke sini bersama unsur Forkopimda Padang untuk bertemu dengan pengurus masjid guna mendiskusikan solusi dan jalan terbaik dalam hal pelaksanaan kegiatan ibadah di masjid itu,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, setelah melakukan sosialisasi dan memberi pengarahan kedua pihak sepakat untuk tidak dahulu mengadakan Shalat Jumat dan Tarawih berjamaah di masjid tersebut. “Shalat Jumat diminta untuk dipindahkan sementara ke rumah masing-masing termasuk pelaksanaan Shalat Tarawih,” ungkapnya.

Kemudian untuk pelaksanaan shalat berjamaah lima waktu, masih bisa dilakukan, namun wawako meminta agar tidak terlalu banyak orang yang datang ke masjid. “Kita semua tentunya ingin bisa menjalankan aktivitas seperti normal kembali termasuk beribadah, namun saat ini ada Covid-19, maka kita harus bersabar dulu dan sama-sama memutus rantai penularan Covid-19 ini,” tukasnya.

Lebih lanjut Hendri dikatakan, saat ini di Kota Padang masih ada beberapa masjid/mushala yang tetap melaksanakan Shalat Jumat dan Tarawih berjamaah. Padahal MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa pelaksanaan shalat berjamaah dilakukan di rumah untuk sementara waktu.

“Pastinya kami terus melakukan pengarahan dan sosialisasi kepada setiap pengurus masjid dan masyarakat sekitar bahwasanya salah satu cara untuk memutuskan rantai penularan Covid-19 yaitu beribadah di rumah masing-masing,” jelasnya. (a)