Target PAD Parkir Dinilai Rendah, DPRD Minta Dikaji Ulang

31
Ilustrasi. (net)

Tahun ini, UPTD Perpakiran Dinas Perhubungan Kota Padang mengelola 261 titik parkir di Kota Padang dengan target pendapatan sebesar Rp 1.346.092.500. Namun, target tersebut dinilai sangat rendah jika dikalkulasikan dan dibagi dari setiap titik lokasi parkir di Kota Padang.

Hal itu terungkap saat rapat kerja Komisi I DPRD Kota Padang dengan UPTD Perpakiran Dinas Perhubungan (Dishub) Padang, Senin (29/6).

Menurut anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Budi Syahrial, jika dihitung dengan cermat, maka jumlah sebesar Rp 1.346.092.500 tersebut terlalu rendah jika dibandingkan dengan jumlah potensi PAD yang didapatkan dari 261 titik parkir yang dikelola oleh UPTD Perpakiran Dishub Kota Padang.

“Kita ambil contoh saja, target pendapatan untuk parkir harian yang berjumlah sebanyak 120 titik hanya Rp 1.075.372.500. Kalau kita hitung dengan rinci dimana tarif parkir misalnya Rp 3 ribu untuk mobil atau motor, dalam satu tahun ada 360 hari dan dibagi dengan jumlah pendapatan tadi, maka dalam satu hari pada satu titik parkir hanya ditarik tarif sebanyak 8 mobil atau motor,” jelasnya.

Budi mengungkapkan, tidak mungkin dalam satu titik parkir dalam satu hari hanya ada 5 sampai 8 mobil atau motor saja yang parkir. Dengan temuan tersebut, pastinya muncul pertanyaan dalam penyusunan target penerimaan PAD dari parkir itu. “Jika kita hitung dengan detail, dari 261 titik parkir yang dikelola UPTD Perpakiran, bila dimaksimalkan penerimaan sekitar Rp 5 miliar dalam satu tahun,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Komisi I DPRD Kota Padang meminta kepada UPTD Perpakiran Dishub Kota Padang untuk memperbaiki dan menghitung kembali target penerimaan PAD tahun 2020 dari sektor perpakiran.

“Kita beri target 3 bulan kepada UPTD Perpakiran untuk memaksimalkan penerimaan. Jika tidak bisa, maka alangkah lebih baik pengelolaan parkir di Kota Padang diserahkan kepada pihak ketiga,” tegasnya.

Budi menyampaikan, Komisi I DPRD Kota Padang juga berencana akan melakukan uji petik terhadap target penerimaan PAD tahun 2020 dari UPTD Perpakiran Dishub Kota Padang tersebut.

“Uji petik dilakukan untuk melihat berapa unit mobil parkir dalam satu jam. Saat melakukan uji petik, kita dapat mengetahui angka riil yang didapatkan dalam satu jam parkir di satu titik,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Perparkiran Dishub Kota Padang M. Ikrar, menjelaskan, angka Rp 1.346.092.500 tersebut didapatkan dari hitungan pendapatan pada 261 titik parkir yang dikelola oleh UPTD Perpakiran Dishub Kota Padang.

261 titik parkir tersebut terbagi dari 120 titik parkir harian dengan target penerimaan sebesar Rp 1.075.372.500. “Kemudian, 87 titik parkir bulanan sebesar Rp 195.475.000, dan 54 titik parkir berlangganan dengan target pencapaian Rp 75.245.000,” tuturnya.

Terkait masukan dari Komisi I DPRD Kota Padang, Ikrar mengungkapkan, akan kembali mengkaji dan membahas tentang upaya dan langkah untuk memaksimalkan potensi penerimaan PAD tahun 2020 dari sektor perpakiran di Kota Padang. (a)