FABA Jadi Batako, PLN UPK Teluk Sirih Serahkan Dana TJSL Rp106 Juta

18

PT PLN (Persero) UPK Teluk Sirih memberikan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) kepada Kelompok Sari Mutiara di Kelurahan Teluk Kabung Tengah sebesar Rp 106,8 juta yang akan memanfaatkan  Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Teluk Sirih menjadi bahan produktif dan bernilai ekonomis. Produk FABA dari PLTU Teluk Sirih diolah menjadi batako.

“Kami kelompok kerja pemanfaatan FABA merasa sangat terbantu. Kami akan menggunakan FABA yang bukan lagi limbah B3 dari PLTU Teluk Sirih untuk dimanfaatkan menjadi bahan campuran pembuatan batako. Semoga dengan pembuatan batako dari pemanfaatan FABA ini bisa menekan biaya produksi dan meningkatan penjualan kami. Kami menargetkan akan memproduksi 25.000 buah batako” ujar Ketua Kelompok Sari Mutiara, Syafroni, Rabu (29/6).

Terpisah, Manager PT PLN (Persero) UPK Teluk Sirih, Feri Setiawan Efendi, mengatakan, pengolahan FABA dari PLTU Teluk Sirih menjadi batako dapat dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan masyarakat seperti pembuatan sarana umum di Bungus Teluk Kabung, atau untuk fasilitas lainnya.

Baca Juga:  Ada Rumah Murah di REI Expo Sumbar 2022 di Transmart Padang

“Kami berharap dengan adanya pemanfaatan FABA ini bisa memberikan nilai ekonomis terhadap limbah B3, dan juga dapat menjaga lingkungan sekitar PLTU,” ungkap Feri Setiawan.

Feri menambahkan, PLN terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan FABA dari PLTU. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengategorikan FABA menjadi Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

PLN menyatakan tidak akan membuang limbah-limbah tersebut tetapi akan lebih mengoptimalkan pemanfaatannya, karena dapat memberikan nilai ekonomi atas limbah tersebut, terutama bagi masyarakat.

BUMN ini juga akan bekerja sama dengan banyak pihak, terutama UMKM untuk memanfaatkan lebih lanjut FABA yang telah dihasilkan sebagai limbah dalam proses produksi listrik.(*)