4 Ribu Pemilih Pemula Belum Rekam E-KTP

51
ilustrasi. (dok.JawaPos.com)

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 mendatang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang mencatat ada sekitar 8 ribu calon pemilih yang merupakan pemilih pemula di Kota Padang.

Dari 8 ribu jumlah pemilih pemula yang masuk dalam Data Pemilih Tetap (DPT) Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagian dari mereka telah memiliki e-KTP, sementara sebagian lagi masih dalam tahap perekaman. “Ada sekitar 8 ribu pemilih pemula di Kota Padang pada saat Pilkada 2020 nanti.

Sekitar 4 ribu sudah memiliki e-KTP, sementara 4 ribu lagi masih melakukan proses perekaman,” kata Plt Kepala Disdukcapil Kota Padang, Edi Hasymi kepada Padang Ekspres, kemarin.

Setelah proses perekaman selesai, maka masyarakat hanya perlu menunggu sekitar 2 sampai 3 hari dan dijemput di kantor camat masing-masing. Edi Hasymi juga menyampaikan, masih terdapat sekitar 4 ribu lagi pemilih pemula di Kota Padang yang belum melakukan proses perekaman e-KTP.

“Kami memperkirakan ada sekitar 4 ribu lagi pemilih pemula yang masih belum melakukan proses perekaman. Jadi ini yang saat ini kami fokuskan menjelang Pilkada 9 Desember nanti,” ujarnya.

Untuk itu, kepada pemilih pemula yang belum melakukan proses perekaman, maka diminta dan disarankan untuk datang ke kantor camat masing-masing. Edi menyebutkan, sampai saat ini jumlah masyarakat yang mengurus e-KTP di setiap kecamatan rata-rata baru sebanyak 60 orang per hari. “Untuk itu kami membutuhkan kesadaran masyarakat agar segera mengurus e-KTP,” imbaunya.

Kemudian, kepada pemilih pemula yang belum merekam e-KTP, agar segera mungkin melakukan perekaman agar bisa berpartisipasi dalam Pilkada serentak nanti.

Baca Juga:  Di Bawah Guyuran Hujan, Sembako Andre Rosiade terus Disebar

Tarik Minat Kaum Milenial

Sementara pengamat politik, Taufik kepada Padang Ekspres mengatakan, pemilih pemula dalam Pilkada 2020 memiliki peranan yang sangat penting. Pasalnya menurut Taufik, semua masyarakat yang memiliki hak suara akan sangat mempengaruhi perolehan suara bagi paslon kepala daerah. “Suara pemilih pemula ini akan berpotensi pada pilkada nanti, pastinya ada kontribusi karena satu suara pun akan mempengaruhi jumlah suara,” jelasnya.

Taufik menambahkan, pemilih pemula biasanya akan menentukan pilihan mereka pada menit-menit terakhir dan bukan pada awal-awal seperti saat ini. Ia menyebutkan, pemilih pemula atau generasi milenial biasanya akan memilih calon pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari kaum milenial itu sendiri.

“Misalnya isu dalam kaum milenial saat ini adalah kesulitan dalam menemukan lapangan pekerjaan. Maka mereka akan memilih pemimpin yang menjawab dan memberikan kesempatan bagi kaum milenial itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, untuk bisa memaksimalkan suara pemilih pemula pada pilkada 2020 nanti, maka penyelenggara pilkada dan para paslon juga harus melakukan hal yang inovatif dan kreatif untuk menarik perhatian kaum milenial.

“Jadi jika ingin mengajak kaum milenial untuk berpartisipasi dalam memberikan hak suara mereka, maka penyelenggara pilkada dan paslon harus mampu menarik hati dari kaum milenial itu sendiri,” tukasnya. (a)

Previous articleSektor Pariwisata Diguyur Rp 15,1 T
Next article70 Persen Surat Suara Sudah Dilipat, Hari Ini Ditargetkan Tuntas