8 Wanita Tanpa Identitas Diamankan Petugas

Petugas Satpol PP Padang saat melakukan patroli ke sejumlah kafe di Kota Padang yang masih tetap buka. (IST)

Sebanyak 8 orang wanita tanpa identitas diamankan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang di sejumlah kafe di Kota Padang, Senin dinihari (30/3).

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, ke-8 wanita tersebut diamankan tengah duduk-duduk di kafe di kawasan GOR H. Agus Salim dan kawasan Bypass. Saat didatangi petugas, mereka tidak bisa menunjukkan kartu identitas diri sehingga petugas terpaksa mengamankan 8 wanita tersebut ke Mako Satpol PP Kota Padang.

Kasatpol PP Kota Padang, Alfiadi mengatakan, mereka diamankan karena tidak mengindahkan instruksi wali kota Padang tentang larangan berkumpul-kumpul dan penutupan sementara kafe dan hiburan malam di tengah pandemi Covid-19.

Para wanita tersebut diamankan di dua lokasi yakni di sebuah kafe di kawasan GOR H. Agus Salim Padang, diamankan sebanyak 2 orang wanita tanpa identitas. Kemudian di kawasan Jalan Bypass Padang, petugas mengamankan sebanyak 6 orang wanita. Setelah itu, kedelapan wanita tanpa identitas itu digiring ke Mako Satpol PP untuk didata dan dilakukan pengarahan.

Lebih lanjut Alfiadi menuturkan, selain mengamankan 8 orang wanita, pihaknya juga turut memanggil pemilik kafe yang telah menyalahi aturan waktu operasional dan SE Wali Kota Padang tentang penutupan sementara industri pariwisata di Kota Padang.

“Pemilik kafe sudah kita panggil untuk datang ke Mako, dan kita lakukan pemeriksaan dan pembinaan sesuai prosedur, serta seluruhnya kita minta membuat surat penyataan,” tuturnya.

Alfiadi berharap kepada semua pengusaha pariwisata agar bisa menahan diri dan menjalankan instruksi Wali Kota Padang dalam melakukan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Padang.

“Saya berharap semua pengusaha pariwisata seperti tempat hiburan malam, kafe, dan lainnya, agar mematuhi instruksi yang sudah diberikan pemerintah dalam menangani Covid-19. Mari kita bersama-sama mencegah penyebaran virus ini,” imbauanya. (*)