Pedagang Dilarang Berjualan Pakaian Bekas

Di tengah pandemi virus korona atau Covid-19, Pemko Padang melalui Dinas Perdagangan Kota Padang mengimbau para pedagang agar tidak menjual pakaian-pakaian bekas selama pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal kepada Padang Ekspres, Senin (30/3) mengatakan, pelarangan berjualan pakaian bekas ini berlaku untuk seluruh pedagang yang berjualan di pasar-pasar Kota Padang.

“Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang No. 510.790/III.dag/2020 tentang Pelarangan Penjualan Pakaian Bekas tertanggal 27 Maret 2020,” ujar Endrizal.

Imbauan tersebut merupakan upaya dari Pemko Padang untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang, salah satunya melalui pelarangan penjualan pakaian bekas.

“Pakaian bekas pada umumnya berasal dari luar daerah atau bahkan luar negeri. Jadi tidak menutup kemungkinan akan ada penyebaran. Untuk itu kita larang sementara,” jelasnya.

Endrizal menyebutkan, SE tersebut sudah mulai diberlakukan sejak kemarin di seluruh aktivitas jual beli di pasar-pasar Kota Padang. Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk tidak berjualan sementara. “Kita sudah minta untuk sementara tidak berjualan pakaian bekas sampai batas status KLB di kota Padang dicabut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Endrizal mengatakan, Disdag Kota Padang akan terus melakukan pengawasan ke pasar-pasar di Kota Padang untuk mengawasi pedagang yang masih berjualan pakaian bekas. “Jika masih ditemukan ada pedagang yang membandel, maka akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Terpisah, anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Jumadi mengatakan, pelarangan sementara penjualan pakaian bekas ini sudah tepat. Pastinya Pemko Padang telah memikirkan apa saja dampak positif dan negatif dari pelarangan sementara penjualan pakaian bekas tersebut.

“Sekarang memang kondisi kita tengah berada dalam ancaman wabah Covid-19. Untuk itu, kita DPRD Kota Padang dan Pemko Padang harus berkoordinasi demi kepentingan masyarakat Kota Padang,” jelasnya.

Lebih lanjut Jumadi menyebutkan, pelarangan penjualan pakaian bekas di Kota Padang tentu telah dipikirkan matang-matang oleh Pemko Padang. Pasalnya, pakaian-pakaian bekas tersebut kebanyakan berasal dari luar daerah bahkan luar negeri.

“Kita semua kan tidak bisa menjamin apakah pakaian bekas tersebut aman atau menjadi tempat berkumpulnya bakteri atau virus-virus jahat nantinya,” ungkapnya. (a)