Sampaikan Riwayat Perjalanan dengan Jujur

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday (tengah).

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengimbau kepada masyarakat yang berkunjung ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, klinik, rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya untuk jujur menyampaikan riwayat perjalanannya ketika memeriksakan kesehatannya. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 agar tidak semakin meluas di Kota Padang.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Padang telah menetapkan kasus Covid-19 sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena sudah ada warga Padang yang positif Covid-19. Saat ini warga yang positif Covid-19 terkonfirmasi terus bertambah dan bahkan sudah ada yang meninggal dunia. “Karena itu, jangan berbohong ketika menceritakan riwayat perjalanannya dan kontak dengan siapa saja,” ujar Feri Mulyani, kemarin.

Menurutnya, kejujuran dari masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran Covid-19. Sebaliknya, jika berbohong maka potensi penyebarannya akan semakin meluas. “Jika kita baru pulang dari daerah terjangkit sampaikan saja, supaya petugas bisa mengambil langkah antisipasi. Ini juga akan membantu menyelamatkan petugas kesehatan yang saat ini tenaga dan pikirannya dibutuhkan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” tuturnya.

Selain itu, Feri juga mengingatkan jika ada warga yang baru kembali dari daerah terjangkit agar segera melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Sementara itu, Feri juga meminta warga untuk menerapkan etika batuk dan bersin yang benar saat berada di tempat umum. “Bagi kebanyakan orang, ketika batuk atau bersin sering menggunakan tangan dan jarang mencuci tangannya. Padahal itu berisiko dan berpotensi untuk menularkan virus,” katanya.

Jadi, seseorang dapat tertular Covid-19 ini salah satunya menghirup percikan ludah (tetesan kecil/droplet) dari batuk atau bersin penderita Covid-19. “Agar tidak menularkan kepada orang lain maka kita harus bisa menjaga etika ketika batuk atau bersin. Tindakan ini akan bisa memutus rantai penularan Covid-19 ini,” pintanya.

Feri menjelaskan, etika batuk yang benar adalah menutup hidung dan mulut dengan tisu, sapu tangan atau lengan baju. Sehingga bakteri tidak menyebar dan menular kepada orang lain. Feri menambahkan, penyebaran Covid-19 yang kini kian begitu massif, perlu untuk memutus rantai penularannya, yang dimulai dari diri sendiri. “Untuk itu, mari kita cegah penularan Covid-19 agar tidak meluas yang dimulai dari diri sendiri,” imbaunya. (*)