Wako Panggil Produsen Migor, Minta Komitmen Salurkan Migor Curah

7
PAPARAN: Kepala Dinas Perdagangan Andree Algamar memaparkan stok pangan di Kota Padang, kemarin (30/3).(SY RIDWAN/PADEK)

Pemerintah Kota Padang memastikan stok pangan atau bahan pokok mencukupi saat Ramadhan bahkan hingga Lebaran mendatang.

Untuk itu, warga diimbau agar tidak berbelanja secara berlebihan dalam menyambut Ramadhan apalagi sampai menimbun bahan pokok.

Sebab, tindakan tersebut akan dapat memicu terjadinya kelangkaan barang yang akhirnya bisa mengakibatkan kenaikan harga barang di pasaran.

“Jangan panik (panic buying), stok pangan kita cukup hingga Lebaran,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andree Algamar di Media Center Balaikota Aiepacah, Rabu (30/3).

Hal yang sama juga sudah dikonfirmasi dengan Dinas Perikanan dan Pangan bahwa stok pangan di pasar terjaga dengan baik. “Alhamdulillah, cuaca saat ini bagus sehingga distribusi pangan ke pasar lancar,” tutur Andree.

Begitu juga soal harga, menurut Andree tidak ada kenaikan harga yang cukup tajam selama jalur-jalur distribusi aman. Kecuali jika terjadi cuaca ekstrem seperti banjir atau jalan putus akibat longsor tentu akan berdampak terhadap pasokan barang di pasar.

“Setiap hari kita selalu memantau harga pangan di pasar. Insya Allah harga masih batas kewajaran,” ungkap Andree.

Sementara itu, terkait minyak goreng sudah tidak langka lagi di pasaran, terutama minyak goreng premium. Untuk minyak curah masih mengusahakan pengendaliannya.

Baca Juga:  Tiga Pejabat Pemko Padang Lanjut ke Seleksi Terakhir Calon Sekko

Pasalnya, minyak goreng curah masih disubsidi Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per Kg dan di pasar masih di harga Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu. “Itupun stok kadang-kadang hilang,” ucap Andree.

Untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng ini, Wali Kota Padang sudah memanggil produsen minyak goreng PT Incasi Raya dan mereka menjamin stok selama Ramadhan dan Lebaran nanti.

“Dalam beberapa hari ini atau minggu depan kita akan panggil lagi para produsen penyalur minyak goreng untuk meminta komitmennya dalam memastikan ketersediaan stok di pasaran, terutama minyak goreng curah,” jelasnya.

Andree menambahkan konsumsi minyak goreng di Padang mencapai 23,43 ton per hari, satu minggu 164 ton, satu bulan 656 ton dan satu tahun 7.872 ton. Di Sumbar dibutuhkan sebanyak 3 juta ton minyak goreng.

Sementara data Kemendag minyak goreng yang sudah disalurkan sebanyak 5 juta liter. “Harusnya kita surplus. Jadi, ada mata rantai yang putus, makanya kita akan perkuat pengawasan,” jelas Andree. (cr5)