Menuju Ketua Umum IKA Unand, Suharman Noerman Pulang “Kandang”

175

Suharman Noerman, Ketua Umum IKA Faterna Unand

Siapa Noerman sebetulnya? Banyak orang yang belum mengenalnya. Suharman Noerman belakang lebih dikenal sebagai Pak Noerman, ternyata putra asli Limapuluh Kota, dilahirkan di lereng Gunung Sago, Kecamatan Sago Halaban tepatnya di Nagari Tanjung Gadang.

Aktifis sejak dari bangku kuliah sebagai anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Peternakan, dan akhirnya menjadi aktivis LSM Internasional dengan segudang keahlian yang mumpuni. Menikahi seorang gadis Philipina (Ms. Rocelyn Dador Delfin) dengan tiga orang anak tinggal di Depok. Ia akrab dengan kaum milenial sebab memiliki LSM dengan tema Youth (YEH), senang bekerja dengan kelompok muda (youth).

Noerman tumbuh sebagai aktivis LSM Internasional yang berpusat di Jepang sejak awal 1998 dengan mendirikan LSM  Youth Ending Hunger (YEH) Indonesia (legal satus: Yayasan Empati Hidup Indonesia, 1996)  yang menjadi mitra LSM (NGO) Jepang di tahun  1998; The Hunger Free World (HFW) Japan sebagai associate office di Indonesia.

Noerman banyak mengenyam ilmu dan pola kerja network (jejaring kerja ala Donor dan NGO)  dengan LSM Jepang dimaksud dan juga dengan beberapa Lembaga Donor seperti UNDP, UNICEF, UN WFP, FAO dan Lembaga Internasional lainnya seperti  OXFAM, USAID.

Pengalaman tersebut  membuat Noerman mudah membangun kemitraan multi-donor tentu adalah karena adanya pengalaman beliau bekerja di India selama dua tahun (1990-1992) sebagai tenaga lapangan (field Staff) UNDP (United nations Development Programme) New Delhi dalam penguatan  NGO empowerment (pemeberdayaan LSM) di komunitas pelosok India.

Berakhir zaman emas donor di tahun 2009, dalam waktu yang bersamaan Noerman sudah dikenal sebagai ahli pemberdayaan masyarakat (community development expert) memimpin proyek-proyek World Bank seperti Urban Poverty Project dengan Lembaga LSP (milik alm. Adi Sasono) dan jaringannnya, yang juga salah satu tokoh ICMI. Alm Adi Sasono (father of Indonesian NGO) yang banyak mengantarkan beliau untuk banyak belajar dan menelurkan ide-ide besar yang strategis berujung pada tercipta nya kerjasama multipihak dan terlembaga secara baik dalam sistem kerja dan  tata kelola yang terbuka  (good governance).  

Singkat kata Noerman yang fasih berbahasa Inggris ini masuk di CFCD (Corporate Forum for CSR Development) sebagai Ketua Hubungan Luar Negeri di tahun 2005. Ia langsung masuk sebagai ahli standard yang direkomendasikan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan menghadiri meeting perdana 2007 di Sydney Australia dalam penyusunan dokumen standard ISO 26000 Guidance on Social Responsibility (atau apa yang dikenal sebagai pedoman CSR di Korporasi).

Baca Juga:  Kelurahan Kalumbuk Genjot Vaksinasi, Edukasi Warga Lewat Pamflet Informasi

Hampir 13 tahun Noerman berkeliling dunia dari suatu forum ISO ke forum ISO lainnya, berkecimpung dalam penyusunan standard dan workshop kajian tools sampai sekarang.

Saat ini  2020 s/d 2022, Mr.  Noerman adalah sebagai ahli ISO/TC 323 tentang Circular Economy dan ISO / TC 207 tentang Secondary materials di bawah BSN (Badan Standard Nasioal) sebagai lembaga lead sector setingkat di bawah Kementrian dalam standardisasi di Indonesia (anggota ISO Geneva).

Menjadi ISO SGN (Stakeholder Global Network) Vice Chair (wakil ketua)  2018 sd 2022, saat ini Noerman terhimpun dalam paguyuban expert internasional yang berpusat di Austria, beranggotakan sekitar 65 negara ahli keberlanjutan (Sustainability) dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Keaktifan Noerman di organisasi ini akan memudahkannya utuk menjaring Kerjasama dalam kajian “tools” pengembangan  CSR dan Sustaibanility sebagai suatu keilmuan baru dalam kaitan SDGs yang lagi menjadi trend dunia saat ini.

Sosok Noerman yang senyap dari publikasi namun bernas dalam kajian keilmuan membuat dia diperhitungkan untuk duduk di posisi puncak IKA Unand (20021-2025).

Noerman sudah terbiasa menciptakan dan mengelola proyek-proyek strategis yang berumur panjang seperti ‘Indonesian CSR Awards (ICA) sejak dari 2005 dan Indonesian SDGs Award (ISDA) sejak 2016 yang lagi trend dan cukup banyak diminati dan diikuti dunia industri nasional di Indonesia di bawah bendera CFCD bersama Kementerian teknis terkait seperti BUMN, ESDM dan Bappenas.

Saat ini Noerman juga menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjend) CFCD (Corporate Forum for CSR Development) yang beranggotakan sekitar 300 perusahaan swasta nasional dan multinasional termasuk BUMN yang beroperasi secara nasional.

Noerman bermimpi ingin membawa  IKA Unand menjadi “world class organization”, pada saat bedah visi misi  yang disampaikannya pada 17 Juli 2021 yang lalu, yakni dengan visi, ‘Mewujudkan IKA Unand sebagai organisasi kelas dunia yang inklusif, transformatif  dan inovatif, serta profesional berkelanjutan”.

Selamat datang  Noerman semoga IKA Unand mampu menjadi “world class organization” di tangan mu. Aamiin, Insyallah. (*)