Padang Kembali Zona Merah, Kasus Positif Bertambah 35

ilustrasi. (IST)

Satuan Tugas Covid-19 merilis daftar 32 daerah di Indonesia berstatus zona merah atau zona risiko tinggi penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah Kota Padang. Menanggapi hal itu, Wali Kota Padang Mahyeldi menjelaskan peningkatan angka kasus positif Covid-19 di Kota Padang terjadi lantaran kecepatan melakukan tracing dan testing.

“Tenaga lapangan kita bekerja keras untuk itu. Itu kan adalah orang-orang yang punya kontak erat dengan yang positif. Makanya lingkaran dari sana, dari perkantoran dan rumah sakit,” ungkapnya, Sabtu (28/9).

Mahyeldi menambahkan, sesuai dengan apa yang disampaikan Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Dr Andani Eka Putra, jika kasus positif Covid-19 diketahui dan terdeteksi maka akan lebih bagus. “Karena bisa segera kita isolasi mandiri, dikarantina atau dirawat di rumah sakit. Jadi kasus positif Covid-19 tidak menyebar ke mana-mana,” katanya.

Menurutnya, penilaian yang dilakukan pemerintah pusat tentang Kota Padang masuk dalam zona merah perlu dilakukan analisis lebih dalam. Saat ini tim dari Pemko juga akan berkomunikasi dengan Satgas Covid-19 Pusat. “Saya lihat pusat kurang menghargai apa yang telah dilakukan daerah yang telah maksimal melakukan tracing,” ujarnya.

Mahyeldi menyampaikan, berdasarkan penjelasan ahli, banyak yang gagal paham soal Covid-19. Bahwa ketika banyak penambahan bukan berarti bertambah parah. Padahal daerah telah serius melakukan tracing.

“Jangan kira daerah yang sedikit itu tidak ada penyebaran, tetapi lihat kerjanya, evaluasi kinerjanya. Kita sudah puluhan ribu mengirim sampel, pusat harus menghargai ini, pusat juga gagal paham dalam hal ini,” tegasnya.

Pemerintah Pusat, harus menghargai apa yang telah dilakukan daerah. Nanti akan ada tim untuk berdiskusi dengan pemerintah membicarakan hal itu. “Tidak apa-apa, tetapi kita perlu luruskan, kalau kenyataan seperti itu ya kita tetap serius menangani, kita tidak akan berhenti,” sebutnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menyatakan, Pemko Padang juga akan terus mengirimkan sampel untuk diperiksa. Selain itu rumah sakit, tenaga edukasi masyarakat juga terus disiapkan.
Banyaknya penambahan di Padang bukan berarti tidak bekerja maksimal, justru sebaliknya.

“Coba lihat mana daerah paling banyak mengirimkan sampelnya, saya kira Padang paling banyak, makanya perlu diperiksa mana daerah paling banyak tracking dan tracingnya,” tukasnya.

Di samping itu, meski kasus positif Covid-19 di Kota Padang melonjak naik, bukan berarti Pemko Padang akan kembali memperketat aktivitas warga. Mahyeldi menyebut roda perekonomian harus tetap bergerak. Maka untuk menekan penyebarannya, masyarakat harus selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Antara roda kesehatan dan roda perekonomian harus bergerak. Yang harus diperhatikan adalah kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan,” sebut Mahyeldi.

Menurutnya, aktivitas masyarakat harus tetap berjalan kendati akhir-akhirnya ini kasus positif Covid-19 terus meningkat. “Seperti apa yang disampaikan oleh Pemerintah bahwasanya kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19,” ucapnya.

Baca Juga:  Tim Baharkam Yakin Semen Padang Kantongi Sertifikat SMP Obvitnas

Maka oleh sebab itu, dalam menyikapi tingginya kasus positif Covid-19 ini, Pemko Padang melihatnya secara komprehensif. Di satu sisi ekonomi harus berjalan dan di sisi lain, Pemko menyiapkan segala sesuatunya dalam upaya memutus penyebaran Covid-19. “Seperti rumah sakit kita siapkan, petugas untuk mengedukasi masyarakat juga disiapkan. Artinya kita terus berupaya untuk memutus penularan Covid-19 ini,” tegas Mahyeldi.

Bertambah 35 Kasus
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Padang kembali mengonfirmasi penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Padang sebanyak 35 kasus, Minggu (30/8). Dengan tambahan itu, maka total kasus positif Covid-19 di Kota Padang berjumlah 1.192 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani mengatakan, 35 kasus tambahan positif Covid-19 baru tersebut ditemukan di 22 kelurahan di Kota Padang. Dimana 2 kelurahan yakni Koronggadang dan Dadok Tunggulhitam menyumbang kasus yakni 5 kasus.

Kelurahan lain yang ditemukan tambahan kasus positif Covid-19 baru adalah Kelurahan Seberangpadang 4 kasus positif, Balaigadang dan Suraugadang yang masing-masing ditemukan 2 kasus.

“Kemudian 1 kasus di beberapa kelurahan yakni Bungus Timur, Kampunglapai, Kuraopagang, Matoaia, Limaumanih Selatan, Padangbesi, Bandarbuat, Kampungbaru, Batuangtaba, Pagambiran, Kuranji, Ikurkoto, Gunungpangilun, Kubu Dalam Parakkarakah, Simpangharu dan Jati,” jelasnya.

Bertambah kasus positif Covid-19 di Kota Padang juga membuat kasus aktif Covid-19 juga meningkat. Ia menyebutkan, dari 1.192 kasus, terdapat sebanyak 328 kasus yang masih aktif.

“Dari 328 kasus positif aktif, sebanyak 88 kasus merupakan pasien yang memiliki gejala dimana 32 pasien melakukan isolasi mandiri dan 56 pasien dirawat di sejumlah rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara jumlah pasien positif Covid-19 yang tidak memiliki gejala terdapat sebanyak 197 pasien yang mana 149 pasien melakukan isolasi mandiri dan 48 lainnya dirawat di RS.
Selain ada penambahan kasus positif Covid-19, di Kota Padang juga terjadi penambahan kasus pasien yang dinyatakan sembuh yakni sebanyak 23 kasus.

23 kasus pasien sembuh itu tersebut di sejumlah kelurahan di antaranya Pisang, Flamboyan, Tanah Sirah Piai, Padangsarai, dan Lubukbuaya yang masing-masing terkonfirmasi 2 pasien sembuh.

“Selanjutnya, 1 kasus pasien sembuh ditemukan di beberapa kelurahan lainnya yakni Andalas, Jati, Kubu Dalam Parakkarakah, Gunungpangilun, Alai Parakkopi, Bungopasang, Dadok Tunggulhitam, Lubukminturun, Kuranji, Koronggadang, Lubukbegalung, Batugadang, Purus, Padangpasir, Binuang, Kotolua, dan Tabing Bandagadang,” jelasnya.

Dengan penambahan 23 kasus pasien sembuh, maka total kasus sembuh di Kota Padang sampai saat ini berjumlah sebanyak 827 kasus dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 37 orang.

Berdasarkan data terkini perkembangan Covid-19 di Kota Padang pada website dinkes.padang.go.id, tercatat ada sebanyak 179 kasus suspek dimana 24 orang dirawat di RS dan 155 melakukan isolasi mandiri.

Kemudian jumlah pelaku perjalanan tercatat ada sebanyak 7.700 orang dengan rincian 54 orang masih dipantau dan 7.646 orang sedang melakukan proses pemantauan. (i/eri/a)