Tolak Pengalihan Pengelolaan, Alumni SMA Bunda Padang Masukkan Gugatan

7
PERTAHANKAN: Ketua alumni SMA Bunda Mardi beserta ketua tim penyelamatan SMAN Bunda Padang Baikati dan alumni lainnya saat bertemu dengan anggota Komisi V DPRD Sumbar Siti Izati Azis.(IST)

Ikatan Alumni SMA Bunda Padang menolak sekolah mereka diambil alih pengelolaannya oleh Dinas Pendidikan Sumbar. Pengambilalihan ini bakal membuat sekolah yang berada di Ulakkarang itu menjadi bagian dari SMAN 1 Padang.

Hal ini disampaikan ketua tim penyelamatan SMAN Bunda Padang Baikati kepada wartawan, Senin (29/8). Disampaikannya, alumni mengetahui ada rencana pengelolaan sekolah oleh Disdik Sumbar. Alasannya tak terpenuhi kuota siswa terutama kelas satu tahun 2021.

Pihaknya menyesali adanya pengalihan pengelolaan meski nantinya menjadi SMAN 1 Padang. Alumni sudah bergerak untuk mencarikan siswanya. “Saat ini kami berhasil merangkul sejumlah calon siswa. Dan nantinya akan kami bantu juga membiayai SPP siswa ini setiap bulan,” katanya.

Para alumni ini juga sudah melakukan komunikasi dengan pengurus Yayasan Bunda di Jakarta. “Secara resmi kami sudah memasukkan surat agar pengambil alihan pengelolaan tak dilakukan,” tegasnya.

Bahkan hasil pertemuan dengan pimpinan Komisi V DPRD Sumbar, bakal melakukan mediasi antara yayasan, sekolah, alumni, dan Disdik Sumbar. Mediasi dijadwalkan 14 September mendatang. Disebutkannya yayasan ini seharusnya menyampaikan permasalahan ke alumni.

”Kami bagian dari sekolah. Yayasan seharusnya menyampaikan persoalan ini diinternal dulu. Termasuk alumni yang jika ditotal mencapai 37 angkatan,” katanya.

Ketua alumni 1982-2017 SMA Bunda Padang Mardi menyampaikan, ada sejarah yang perlu dipertahankan. Pihaknya juga sudah melakukan gugatan terkait MoU ini. Surat gugatan dimasukkan ke Disdik dan Gubernur Sumbar.

Baca Juga:  Andre Rosiade Dukung Calon Ulama Sumbar Belajar ke Timur Tengah

Katanya, alumni sudah melakukan upaya dalam mempromosikan sekolah dengan berbagai iven kegiatan. Juga telah membantu sarana dan prasana sekolah seperti bantuan komputer.

Salah seorang alumni SMA Bunda, Wirnita Eska menyampaikan, sejarah Yayasan Bunda Jakarta didirikan oleh pengusaha wanita asal Sumbar. “Yayasan ini dibentuk secara bersama-sama. Namun saat ini memang sudah banyak pendiri yang meninggal dunia,” katanya.

Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan pendiri dan pengurus Yayasan Bunda Jakarta. Dirinya berharap pengambil alihan pengelolaan ini tak dilanjutkan. Alumni bakal membantu secara maksimal.

Menyikapi itu, Kepala SMA Bunda Padang Elfrieni menyampaikan, Disdik Sumbar MoU dengan yayasan untuk meminjam gedung selama lima tahun. Nanti dipakai untuk SMAN 1 Padang. Namun yayasan membuat syarat kalau guru dan siswa harus diselamatkan.

Dengan artian, guru SMA Bunda tetap mengajar, termasuk siswa kelas II dan III. Untuk kelas I,tahun ajaran ini tak ada siswa yang terdaftar. “Ini keputusan yayasan di Jakarta. Diputuskan gedung dipinjamkan ke pemerintah provinsi dan guru serta siswa tetap dipertahankan,” katanya. Diakuinya nanti sekolah ini beralih menjadi SMAN 1 Padang. (eko)