Petugas Depot Air Minum di Pariaman Dibekali Higiene Sanitasi

11

FKM Unand sosialiasi higiene sanitasi kepada petugas depot air minum isi ulang (DAMIU) di Kota Pariaman.

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand melakukan sosialiasi higiene sanitasi kepada petugas Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kota Pariaman. Belakangan, jumlah depot air minum di Pariaman mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Berdasar data pengawasan DAM di Dinas Kesehatan Kota Pariaman hasil uji laboratorium kualitas air minum menunjukkan tahun 2019 terdapat 58% tidak memenuhi syarat dan tahun 2020 terdapat 65% tidak memenuhi syarat.

Merujuk inilah tim pengabdian masyarakat FKM diketuai Azyyati Ridha Alfian SKM MKM dengan anggota Fea Firdani SKM MKM, Putri Nilam Sari SKM MKes, serta melibatkan dua mahasiswa peminatan Kesehatan Lingkungan Prodi S-1 Kesehatan Masyarakat, Fikria Hamizah dan Atikah Qurratul Aini.


”Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini DAMIU menjadi salah satu sumber air minum masyarakat. Masalahnya, jika air minum tidak memenuhi syarat bisa menimbulkan berbagai penyakit yang ditularkan melalui air (water borne disease), seperti diare, muntaber, tifus dan leptospirosis dan lainnya. Penyebab penyakit yang ditularkan melalui air salah satunya akibat higiene sanitasi buruk,” ujar Azyyati.

Itulah sebabnya, tambah dia, jika higiene sanitasi DAMIU tidak diterapkan dan diperhatikan bisa berdampak buruk kepada kesehatan masyarakat khususnya di Kota Pariaman. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan petugas tentang higiene sanitasi peralatan, tempat, kebersihan penjamah (petugas DAMIU) dan air minum yang layak dikonsumsi, serta kurangnya edukasi mengenai higiene sanitasi dari pihak terkait.

Baca Juga:  Pelantikan ASN Digelar di Lapangan Terbuka

”Kita melihat perlu adanya kerja sama dan komitmen tegas antara pengusaha DAMIU dan instansi terkait agar higiene sanitasi dapat diterapkan. Sehingga, kelayakan air minum yang dihasilkan sesuai standarisasi yang telah ditetapkan. Untuk itu, dalam kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada 30 DAMIU di Kota Pariaman ini dilakukan pemeriksaan dan penilaian untuk mengetahui aspek kebersihan tempat, peralatan, dan petugas DAMIU,” terang dia.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan memberikan edukasi higiene dan sanitasi untuk meningkatkan pemahaman petugas mengenai higiene dan sanitasi air minum.

Penyuluhan/edukasi dilaksanakan dengan menjelaskan mengenai higiene sanitasi DAMIU, baik dari aspek tempat, peralatan, maupun dari aspek penjamah. Kegiatan di akhir dengan pemberian media edukasi berupa poster mengenai higiene sanitasi DAMIU, serta memberikan masker dan disinfektan sebagai salah satu upaya pencegahan Covid-19.

”Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan pemilik dan petugas DAMIU mengenai higiene sanitasi yang sangat penting diterapkan agar DAMIU dapat menghasilkan air minum yang layak dikonsumsi. Serta, penyakit yang ditularkan melalui air (water borne disease) dapat berkurang,” jelas dia. (adt)