Imbas Klaster Pasar Raya, 24 Warga Pariaman OTG

24
Tim Direktorat Binmas Polda Sumbar menyosialisasikan kewajiban menggunakan masker di Pasar Raya Padang, kemarin. (IST)

Sebanyak 24 warga Pariaman dan lima di antaranya balita masuk dalam daftar orang tanpa gejala (OTG). Pasalnya, mereka kontak dengan OTG positif asal Padangpariaman sehari-hari berjualan di Pasar Raya Padang. Mereka yang saat ini ditetapkan sebagai OTG tersebar di Pariaman Timur dan Pariaman Tengah.

Di sisi lain, hasil swab sembilan warga Pariaman yang sempat berstatus OTG dan dicurigai terpapar dinyatakan negatif oleh Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand.

“Ke- 24 orang tersebut kontak dengan OTG positif asal Padangpariaman yang sehari-hari berjualan di Pasar Raya Padang. Pasalnya, pasien positif itu menjalani Shalat Idul Fitri di salah satu masjid di Pariaman Timur,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul.

Ternyata beberapa hari setelah itu, warga asal VII Koto Sungaisariak Padangpariaman itu dinyatakan positif setelah menjalani uji swab di Pasar Raya Padang. “Selain balita, seluruhnya telah diambil swabnya untuk diperiksa di Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand,” ujar Syahrul.

Ia mengatakan untuk balita belum diambil swabnya karena diperlukan keahlian khusus. Saat ini tim Dinkes Kota Pariaman berkoordinasi dengan tim Tenaga Kesehatan RSUD Pariaman yang memiliki perawat khusus menangani balita dan anak.
“Mereka yang ditetapkan sebagai OTG saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Untuk kebutuhannya dibantu oleh desa dan warga setempat,” ujarnya.

Syahrul menyebut klaster Pasar Raya Padang merupakan klaster yang dikhawatirkan penularannya di Kota Pariaman. Sebab orang-orang berada di klaster itu mobilitasnya cukup tinggi, termasuk ke Kota Pariaman.

Untuk itu Syahrul berharap warga Kota Pariaman tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.  Serta tetap di rumah jika memang tidak ada keperluan yang mendesak. “Jika terpaksa keluar jangan lupa kenakan masker,” ajaknya.

Hingga saat ini kasus positif Covid-19 di Kota Pariaman, 1 orang dan sudah sembuh, awal April lalu. Setelah itu sempat ada beberapa OTG namun hasilnya negatif. Syahrul menyebut tentunya untuk ke 24 orang ini juga diharapkan hasilnya negatif sehingga tidak ada penularan Covid-19 di Kota Pariaman. (nia)