HUT ke-19 Kota Pariaman: Banyak Pembangunan, Sukses Tangani Covid

5

Di ulang tahun ke-19, Kota Pariaman mampu mengejar ketertinggalannya. Pembangunan kota ini tidak hanya mengandalkan APBD, namun juga dari berbagai sumber pembiayaan, seperti anggaran kementerian (APBN), CSR BUMN serta sumber-sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat.

Upaya itu dilakukan pemko karena daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan di luar yang menjadi urusan pemerintah sebagaimana diatur UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Hal itulah yang selama tiga tahun terakhir ini gencar kami lakukan. Melakukan sinkronisasi program dan pendekatan ke pemerintah sehingga anggaran dapat mengucur ke Kota Pariaman melalui proyek-proyek pembangunan. Semua itu untuk kemajuan daerah dan peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Wali Kota Pariaman Genius Umar dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Memperingati HUT ke-19 Kota Pariaman Tahun 2021,

Beberapa proyek tersebut di antaranya telah berhasil diwujudkan, yakni pembangunan Waterfront City Talao Pauh, Peresmian Batang Piaman dan Pembangunan Pasar Rakyat Batang Piaman serta Pembangunan Pasar Rakyat Pariaman yang sukses diresmikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 6 April lalu.

Khusus penanganan Covid-19, Pemko Pariaman telah bergerak cepat mengendalikan penyebaran virus korona ke tengah masyarakat.

Untuk itu, pada 16 Maret 2020 dengan dukungan penuh DPRD Kota Pariaman, pemko membentuk Satgas Covid-19, dan langsung action melakukan sosialisasi, menjalankan penerapan PSBB, menjamin terwujudnya protokol kesehatan Covid-19 di tengah masyarakat serta koordinasi intensif dengan semua pihak terkait.

“Alhamdulillah, dengan kerja keras dari semua pihak didukung sepenuhnya oleh Dewan yang terhormat, update terakhir Covid-19 Kota Pariaman tertanggal 1 Juli 2021 kemarin, dari 898 orang kasus terkonfirmasi, 810 orang dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Dengan kondisi itu, lanjut Genius, Kota Pariaman masuk kategori zonasi kuning dengan predikat kesembuhan sangat baik yaitu 898/810.

Pariaman memiliki skor 2,67 sekaligus terbaik pertama dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat selama 3 bulan terakhir. “Kita dapat apresiasi dari Satgas Covid-19 Sumatera Barat,” tambahnya.

Sedangkan program Vaksinasi Covid-19 Kota Pariaman Tahap 1, total sasaran 14.566 orang, yang terdiri dari tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

Dengan status zona kuning, Kota Pariaman memungkinkan memasuki fase tatanan kehidupan baru produktif dan aman yang telah diluncurkan pada 8 Juni 2020 lalu.

“Atas semua keberhasilan tersebut, kita tentunya pantas bersyukur kepada Allah SWT. Untuk itu, melalui kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran birokrasi, tingkat kota, kecamatan, hingga ke desa/kelurahan,” ucapnya.

Menurut Genius, tanpa birokrasi yang kompetten, loyal dan profesional, prestasi pemerintahan tidak akan mungkin terukir dalam sejarah Kota Tabuik ini.

“Ucapan yang sama juga kami tujukan kepada segenap lapisan masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, insan pers, tokoh masyarakat serta kalangan dunia usaha, khususnya kepada pendiri Kota Pariaman menjadi Kota Otonom dengan proses panjang dan penuh perjuangan. Terimakasih kami ucapkan untuk semua yang tidak tersebut nama dan gelarnya. Semoga Kota Pariaman semakin maju ke depan dengan bantuan dan kerja sama kita semua,” katanya.(rel)