Lebih Banyak Sentuh Generasi Muda

Kegiatan pembinaan dan fasilitasi penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja di Kota Pariaman. (Diskominfo Pariaman)

Sejak beberapa waktu belakang, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan sejumlah perubahan atau re-branding. Mulai dari logo, tagline, jingle, hingga seragam. Temanya, menuju cara baru untuk generasi baru.

Deputi Advokasi Pergerakan dan Informasi (Adpin) BKKBN, Nofrijal menyebut, re-branding itu tak lepas dari dinamika di tengah masyarakat dengan keberadaan generasi milenial dan zilenialnya saat ini. Dinamika itu mengubah cara pandang dan cara pikir.

“Re-branding akan lebih banyak menyentuh generasi muda,” ungkapnya kepada wartawan, usai menjadi narasumber pada Pembinaan dan Fasilitasi Pelaksanaan Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) di Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Pariaman, Senin (3/8).

Sebab itu, tagline dari BKKBN saat ini tidak lagi “Dua Anak Cukup” atau “Dua Anak Sama Saja”. Tapi telah diubah menjadi “Berencana itu Keren”. “Karena itu, perilaku yang ingin kita ubah. Jadi setiap orang punya konsep diri. Bagaimana merencanakan hidup lebih baik,” terang mantan kepala BKKBN Sumbar ini.

Dengan sasarannya remaja, ada dua pendekatan yang digunakan BKKBN. Pertama pendekatan keluarga. Lewat bapak, ibu, dan pengasuhnya. Dua, pendekatan langsung kepada remaja. Harapannya, dalam soal pernikahan, remaja menikah di usia yang tepat.

Baca Juga:  Nelayan Hilang Diprediksi Tersangkut di Karang

Kemudian berprilaku kesehatan reproduksi. “Kita langsung dengan forum generasi berencananya (Genre). Ada festival, camping, jambore, dan juga lomba-lomba remaja. Itu langsung kepada remaja,” jelasnya.

Tapi lewat BKR ada keterampilan yang diberikan, berupa kemampuan bagi ibu dan pengasuhnya atau bagi orang tua dan pengasuhnya, bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan remaja. Bagaimana melihat remaja yang sedang gundah gulana. Terus, bagaimana pengetahuannya tentang mengatasi kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di remaja. Seperti penyakit sosial atau pornografi.

“Nah, itu orang tuanya harus diberi tahu. Dan sebelum sampai ke rumah-rumah rujukan, orang tua dulu yang mengatasi. Karena tidak semua remaja itu yang terbuka. Tapi, dengan orang tua dia akan terbuka,” papar Nofrijal.

Karena sasarannya remaja, dalam hal ini BKKBN juga memanfaatkan perkembangan dunia digital. Khususnya sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube. Selain itu juga dirangku orang-orang terkenal atau influencer.

“Youtube itu lebih kepada visual anak-anak muda. Instagram juga pesan harian anak muda yang sederhana tapi mengena. Twitter adalah pesan-pesan politik, kebijakan dan lain-lain,”sebutnya. “Kalau Facebook bagi yang orang yang sudah tua-tua. Mereka bercerita pandangan-pandangannya. Kita akan gunakan itu sebagai tampungan aspirasi,” tukasnya. (cip)