SLTP 1 Kota Pariaman Satu-satunya Sekolah yang Menggunakan e-Tamu

17

Aplikasi e-Tamu yang digunakan oleh SLTP 1 sudah diberlakukan selama empat hari, yang dimulai pada awal masuk sekolah tatap muka dilaksanakan, dan untuk Kota Pariaman baru SLTP 1 satu-satunya sekolah yang menggunakannya.

“Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan menyaring siapa saja tamu yang sudah datang berkunjung ke sekolah kami, kami akan ketahui dari data aplikasi e-Tamu yang sudah kami terapkan di sekolah ini,” ujar Dra Rostina MSi, Kepala SLTP 1 Kota Pariaman, di ruang kerjanya, Kamis (6/1).

Aplikasi e-Tamu menggantikan buku tamu yang dilakukan secara manual selama ini. “e-Tamu sangat mudah digunakan, dan banyak membantu kita dalam hal mengenali tamu yang datang berkunjung, sehingga bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan terjadi di sekolah ini,” ujar Rostina.

Rostina mengatakan, biasanya tamu yang datang langsung masuk saja tanpa kami ketahui siapa mereka dan apa tujuan kedatangan mereka dengan jelas, akan tetapi dengan adanya aplikasi ini kami bisa mengontrolnya, dan bagi tamu yang datang berurusan, mereka juga harus mengikuti aturan yang telah kami terapkan di sekolah ini

Baca Juga:  Genius Umar Resmikan Rumah Restorative Justice Desa Kampung Baru

Jadi, tamu yang datang berkunjung harus melapor terlebih dahulu ke petugas piket sekolah, disana nantinya mereka harus mengisi buku tamu secara elektronik yang dibantu oleh petugas piket.

Dalam aplikasi tersebut di antaranya menanyakan nama tamu, alamat, nomor ponsel, dari instansi mana, keperluannya apa, dan  disertai dengan foto mereka yang otomatis bisa tersimpan ketika mereka berurusan di petugas piket.

Mengenai data mereka yang sudah didapatkan, itu menjadi rahasia dari pihak sekolah dan tidak untuk disebarluaskan kecuali ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi nantinya, dan memerlukan data tersebut.

“Harapan kami aplikasi e-Tamu ini bisa kami gunakan terus, selain memudahkan mencari data tamu yang sudah datang berkunjung dengan cepat, kami juga bisa mengetahui berapa jumlah tamu yang datang berkunjung setiap bulan, dan juga kami merasa terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi nantinya,” tegas Rostina. (*)