Pariaman New Normal, Genius Yakin Ekonomi Kembali Menggeliat

112
Walikota Pariaman Genius Umar meninjau langsung meninjau langsung semua wilayah, khususnya pasar Pariaman untuk menyambut new normal. (Foto: IST)

Perekonomian masyarakat di Kota Pariaman diyakini akan kembali menggeliat seiring berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memasuki tatanan kehidupan baru (new normal).

Hal itu diungkapkan Wali Kota Pariaman Genius Umar usai meneken Peraturan Wali Kota terkait berakhirnya PSBB, dan memasuki tatanan kehidupan baru, Senin (8/6/2020).

Keyakinan tersebut, kata Genius didasarkan pada kembali dibukanya akses publik seperti objek wisata dengan tetap mengacu protokol kesehatan.

“Saya sudah teken perwako sebagai panduan memasuki tatanan kehidupan baru untuk Kota Pariaman. Mulai Senin besok, perwako ini sudah mulai diberlakukan,” ungkap Genius Umar.

Dijelaskankan Genius, perwako tersebut secara jelas mengatur tatanan kehidupan baru di Kota Pariaman meliputi bidang pariwisata,
pendidikan, perdagangan, keagamaan, dan perhubungan.

Masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal sehingga berimbas pada bergeraknya perekonomian meski tetap mengacu standar Covid-19.

“Kota Pariaman akan memulai kehidupan dengan tatanan baru, tapi tetap menerapkan standar keamanan Covid-19. Yakni jumlah peserta 50%, masyarakat selalu menggunakan masker, mengatur jarak dan mencuci tangan di tempat keramaian. Kita juga sediakan tempat cuci tangan. Perkantoranpun sudah kita buka dengan standar protokol Covid-19,” jelas Genius.

Semua persiapan untuk menuju tatanan kehidupan baru tersebut, katanya telah dilakukan. Protapnya telah disusun.

“Kota Pariaman sudah siap menerima tamu wisata dengan standar keamanan Covid-19. Mulai dari gerbang masuk objek wisata, protokol tersebut sudah diterapkan. Begitu juga pasar yang dibuka dengan standar Covid-19,” katanya.

Menurutnya, pedagang dan pengunjung wajib pasar wajib menggunakan masker, mengatur jarak dan disediakan tempat cuci tangan.

“Kalau pengunjung maupun pedagang tidak gunakan masker akan ditegur petugas dan dikeluarkan dari wilayah pasar,” tegasnya.

Untuk kawasan pendidikan dan tempat ibadah, kata Genius, harus menggunakan standar Covid-19 sehingga bisa mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran virus korona.

“Shalat berjamaah juga sudah dibolehkan. Namun, pengurus masjid harus menyediakan tempat cuci tangan, tidak menggunakan karpet masjid dan sajadah harus dibawa langsung oleh jamaah dari rumah masing-masing serta mengatur jarak saf,” ujarnya.

Untuk memastikan semua itu berjalan baik sesuai protap, Genius pada Sabtu (6/6/2020) mulai meninjau langsung semua wilayah, khususnya pasar Pariaman.

“Ini bertujuan memastikan kesiapan Kota Pariaman memasuki masa new normal. Kita tahu bahwa Pasar Pariaman adalah salah satu tempat keramaian. Hampir seluruh masyarakat akan berbelanja di pasar tersebut. Tetap diawasi agar penjual dan pembeli mematuhi protokol kesehatan,“ paparnya.

Pemberlakuan new normal sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 bagi Aparatul Sipil Negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

“Tadi malam kita sudah lakukan penyemprotan disinfektan di area Pasar Pariaman. Sekarang memastikan apakah penjual dan pembeli mematuhi protokol kesehatan. Alhamdulillah semua tetap menggunakan masker dan jaga jarak,“ tukasnya. (bis)