Pariaman Berlakukan Retribusi Wisata

37
Masuk melalui pintu masuk ke Pantai Gandoriah akan dikenakan retribusi. (Foto: IST)

Pemko Pariaman mulai memberlakukan retribusi masuk ke objek wisata di Kota Pariaman. Hal ini sekaligus untuk mengendalikan jumlah orang yang masuk ke Kota Pariaman.

Kebijakan baru diambil Pemko Pariaman seiring dibukanya objek wisata di Kota Pariaman saat memasuki new normal.

Terhitung Selasa (9/6/2020) Pemerintah Kota Pariaman mulai menerapkan retribusi masuk ke objek wisata Kota Pariaman.

Selama ini tak pernah ada biaya masuk ke objek wisata di Pariaman. Penerapan ini sebut Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Pariaman Alfian untuk membatasi pengunjung di objek wisata pantai.

Ini demi menghindari keramaian yang tidak terkendali. Sekaligus sebagai langkah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pariaman.

Retribusi ini nantinya akan dipungut oleh petugas yang ditunjuk berada di pintu masuk pantai. Ada dua pintu masuk untuk memasuki kawasan pantai, pertama terletak di Muaro Pantai Gandoriah dan satu lagi di pintu masuk Pantai Kata.

Besaran nominal retribusi masuk pantai di Kota Pariaman, untuk dewasa sebesar Rp 5.000 dan anak-anak sebesar Rp 3.000. Itu belum termasuk retribusi parkir, sesuai dengan kendaraan yang dibawa pengunjung.

Alfian berharap kebijakan ini dapat dipahami oleh pengunjung dan masyarakat luas. Khusus untuk wisata ke pulau, Alfian menyebut masih menunggu uji dari dinas perhubungan tentang kelayakan kapal wisata yang akan mengangkat wisatawan ke Pulau Angso Duo.

”Begitu juga dengan ongkos kapal dan retribusi nya nanti akan kembali dibahas lebih lanjut,” ujarnya.

Pantauan Padang Ekspres di lapangan, sudah tampak beberapa pengunjung lokal yang berwisata ke Pantai Gandoriah ini. Hal ini menunjukkan Pariwisata Pantai Kota Pariaman memang diminati oleh pengunjung yang datang untuk berwisata atau sekadar berekreasi dengan keluarga. (nia)