Pemko Pariaman Siapkan 4 E-warong untuk Penuhi Kebutuhan 3.089 KPM

Walikota Pariaman, Genius Umar yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Afnil meninjau di lapangan, e-warong yang ada di 4 Kecamatan di Kota Pariaman, Kamis siang (9/7/2020). (IST)

Sebanyak 3.089 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang ada di Kota Pariaman, sudah bisa mencairkan program sembako di e-warung yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Pariaman.

Dari Pantauan Walikota Pariaman, Genius Umar yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Afnil di lapangan, e-warong yang ada di 4 Kecamatan di Kota Pariaman itu, tampak diserbu oleh KPM yang berasal dari Kecamatan masing-masing, Kamis siang (09/07/2020)

Dalam kesempatan ini Genius Umar memberikan secara simbolis bantuan Program Sembako ini di empat e-warong tempat penyaluran Program Sembako di Kota Pariaman ini, dimana untuk Kecamatan Pariaman Tengah sebanyak 653 KPM di e-warong Harapan Saiyo di Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Pariaman Selatan sebanyak 674 KPM di e-warong Baledang di Desa Sikabu, Kecamatan Pariaman Timur sebanyak 662 KPM di e-warong Sabiduak Sadayuang di Desa Kampung Baru Padusunan dan Kecamatan Pariaman Utara sebanyak 1.100 KPM di e-warong Tigo Sapilin di Desa Sikapak Barat.

“Tahun ini, salah satu program Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah dirubah menjadi Program Sembako, dimana para KPM nanti akan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dimana Kartu ini sama dengan yang digunakan oleh Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengambil cash di ATM ataupun di bank, dan mereka mengambilnya di e-warong yang ada di Kecamatan penerima KPM,” jelas Genius.

Bantuan ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan, bantuan ini diharapkan dapat memberikan gizi yang lebih seimbang kepada para KPM, meningkatkan ketepatan sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi dan dapat memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Program Sembako ini adalah program dari Kementerian Sosial, dimana sejak bulan Maret 2020, setelah wabah COVID-19 melanda, menambah indeks bantuan sebesar Rp 50.000/KPM/bulan pada Program Sembako, sehingga dari semula Rp 150.000/KPM/bulan, sejak Maret lalu menjadi Rp 200.000/KPM/bulan,” ungkapnya.

Komponen yang bisa dibeli di e-warong oleh KPM adalah beras, telur, sayur, ikan/ayam, kacang-kacangan, tahu, temped an sayur mayor. Barang yang tidak boleh dibeli adalah minyak, pulsa, gula, apalagi rokok tidak dibolehkan.

Program sembako ini berbeda dengan bantuan sembako Presiden, dimana KPM tidak menerima bantuan langsung berupa sembako, tetapi bantuan langsung yang ditransfer ke rekening penerima oleh bank-bank yang menjadi mitra Kemensos dalam penyaluran bansos, dimana mereka nanti akan mendapat bantuan Program Sembako ini setiap bulanya

“Program Sembako ini akan berlangsung selama enam bulan sejak dikeluarkan, atau dari bulan Maret kemaren sampai bulan Agustus 2020 mendatang, semoga program sembako ini dapat membantu kebutuhan pangan para KPM di Kota Pariaman, dan juga dapat menggerakkan roda perekonomian terus bergeliat,” tutupnya. (*)