Wako Pariaman Genius Umar: Pastikan MDW-MDU Ada di Tiap Desa/Kelurahan

13

Pastikan MDW dan MDU hadir di tiap Desa/Kelurahan yang ada di Kota Pariaman. Sebab, selama ini yang aktif di Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman baru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) saja, untuk anak-anak SD belajar mengaji. Ke depan kita pastikan Madrasah Diniyah Wustho (MDW) untuk anak SMP, dan Madrasah Diniyah ‘Ulya (MDU) untuk anak SMA/SMK, harus ada juga di Desa dan Kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memimpin rapat Evaluasi dan peningkatan pelaksanaan program MDA/MDW/MDU dan Read Al Qur’an Center Kota Pariaman, sebagai tindak lanjut dari pembahasan konsultasi publik Ranwal Perubahan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)2018-2023, bertempat di ruang kerja walikota, Balaikota Pariaman, Jumat sore (6/8/2021).

“Kita akan menyerahkan untuk anggaran MDA/MDW dan MDU ini di tingkat Desa, kemudian pembinaanya di tingkat Kecamatan anggarannya, dan monitoring, anggarannya berada di tingkat Kota. Khusus untuk Read Al Quran Center atau Tahfiz, minimal harus ada satu disetiap kecamatan,” ungkapnya.

Genius Umar mengatakan untuk koordinator pengawasan MDA/MDW dan MDU tersebut, adalah tugas dari Penyuluh Agama di desa dan kelurahan.

“Nantinya MDW dan MDU ini akan melekat di bangunan MDA yang telah ada di desa dan kelurahan, sehingga tinggal desa yang mengatur sesuai dengan kearifan desa/kelurahan masing-masing, berapa jam dan pengaturan hari pelaksanaan dari MDA/MDW dan MDU tersebut,” tukasnya.

Baca Juga:  Manabang Batang Pisang, Prosesi Kedua Rangkaian Hoyak Tabuik Budaya Piaman

Genius Umar juga menegaskan, bahwa pelaksanaan MDA/MDW dan MDU ini bertujuan agar anak-anak, remaja dan pemuda/i, usia sekolah dari SD sampai SMA yang ada di Kota Pariaman, tidak ada lagi yang tidak bisa mengaji.

“Ada anak SMP yang dari kecil belum bisa mengaji, begitu juga ada yang telah SMA/SMK yang tidak tahu baca Alquran, di MDW dan MDU ini nantinya mereka akan diajarkan oleh guru yang telah ditunjuk oleh desa atau bisa juga penyuluh agamanya langsung, untuk membantu belajar mengaji, sehingga mereka dapat membaca Alquran nantinya,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan setelah pandai mengaji, nantinya akan ditingkatkan di Read Al Quran Center yang ada untuk menghafalnya. Mereka akan dilatih dan diajarkan untuk menjadi seorang tahfiz alquran.

“Pengembangan pendidikan non formal MDA/MDW/MDW dan Read Al Quran Center ini merupakan dua program unggulan pada RPJMD Kota Pariaman 2018-2023, karena itu harus ada pos anggaran untuk dua kegiatan ini yang nantinya akan kita masukan di APBD Perubahan,” tutupnya. (*)