Guru Harus Kuasai Teknologi

Wali Kota Pariaman Genius Umar saat penyerahan kartu perdana tersebut secara simbolis di di balkon Kantor Balaikota Pariaman, Selasa (8/9). (Diskominfo Pariaman)

Wali Kota Pariaman Genius Umar mengingatkan tenaga pendidik di Kota Pariaman memahami dan mengerti akan penggunaan gawai elektronik untuk pelaksanaan proses belajar mengajar.

“Jangan sampai ada guru-guru yang gagap teknologi (gaptek). Semua guru harus bisa dan mampu memanfaatkan teknologi dan jaringan internet dalam melakukan komunikasi pembelajaran jarak jauh dengan para siswa menggunakan aplikasi yang ada melalui internet,” ujar Wali Kota Pariaman Genius Umar saat penyerahan kartu perdana tersebut secara simbolis di di balkon Kantor Balaikota Pariaman, Selasa (8/9).

Genius juga mengingatkan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, untuk mendata para guru yang belum paham betul dalam penggunaan aplikasi internet untuk proses belajar mengajar. Para guru tersebut nanti dilatih dan diajarkan agar mahir dalam menggunakan aplikasi internet untuk proses belajar mengajar jarak jauh.

Ia juga minta instansi terkait dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman bersama pihak Telkomsel untuk membantu memberikan pelatihan khusus mengenai penggunaan aplikasi dalam proses belajar online di Kota Pariaman. Penyerahan ini juga disaksikan oleh Kakenmenag Kota Pariaman, Miswan, Sekdako Pariaman Fadli, serta jajaran OPD Pemko Pariaman.

Baca Juga:  Gali Potensi Pariwisata, Disparbud Gelar Lomba Video Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, Genius Umar juga serahkan Kartu Perdana Internet Merdeka Belajar sebesar 10 GB kepada Kepala Sekolah SMP/MTs negeri dan swasta se-Kota Pariaman,

Manager Enterprise Goverment Telkom Sumbar Suwito mengatakan, semenjak pandemi Covid-19, proses belajar mengajar yang biasanya tatap muka sekarang harus melalui sistem daring. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan untuk Kota Pariaman, kita akan alokasikan sebanyak 4.200 kartu.

Semua media daring dapat diakses dengan gratis. sehingga internet yang menjadi masalah bagi anak-anak didik kita tersebut tidak akan menjadi masalah lagi. (nia)