Hasil Evaluasi BBPOM di Pariaman, Bahan Pangan Berbahaya Ditemukan

84
Asisten II Setdako Pariaman, Sekdis Kesehatan Kota Pariaman mengikuti audiensi dengan Kepala BBPOM Padang Firdaus Umar. (IST)

Di Pariaman masih ditemukan penggunaan bahan berbahaya pada bahan pangan. Ini merupakan evaluasi tahun 2020 Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang. Tahun ini BPOM Padang menjadikan Kota Pariaman sebagai wilayah binaan.

Hal ini disampaikan Kepala BBPOM Padang Firdaus Umar, kemarin (9/2) saat pelaksanaan intervensi kegiatan terpadu keamanan pangan tahun 2021, di Kota Pariaman di ruang rapat Wali Kota Pariaman. “Iya evaluasi pada tahun 2020 masih kami temukan penggunaan bahan berbahaya di jajanan anak-anak dan pada pangan yang dijual di pasar,” katanya.

Firdaus Umar menjelaskan, penemuan bahan berbahaya ini seperti penggunaan boraks, Rhodamin B dan formalin pada bahan pangan. Bahan-bahan ini jelas sangat berbahaya jika dikonsumsi pada waktu lama.

Dia menjelaskan, tahun 2021 ini BBPOM memiliki  program Desa Pangan Aman, pangan jajan anak sekolah, dan pasar aman berbasis komunitas sebagai program terpadu yang akan dilaksanakan oleh BBPOM. “Kota Pariaman adalah salah satu dari 4 kabupaten/kota yang kita pilih dalam kegiatan terpadu ini. Di samping Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Tanahdatar, Sawahlunto, dan Pariaman,” katanya.

Terpilihnya Kota Pariaman karena terjalinnya koordinasi yang sangat baik antara pihaknya dengan Pemerintah Kota Pariaman. Sehingga BBPOM memilih Kota Pariaman ini untuk kita lakukan intervensi kegiatan terpadu ini.

Untuk Kota Pariaman ada beberapa desa dan kelurahan yang akan dilakukan intervensi. Nantinya akan dipilih dua desa atau kelurahan diantaranya Kelurahan Kampungperak, Kelurahan Jalanbaru, Kelurahan Lohong dan Desa Sungaipasak.

Baca Juga:  Temui Menteri ATR/Kepala BPN, Genius Diskusikan PTSL dan Revisi RTRW

“Sedangkan untuk pasar rencananya kami akan intervensi Pasar Pariaman yang akan diresmikan dan Pasar Kuraitaji sebagai cadangan,” ujarnya. Kemudian juga ada beberapa sekolah SD, SLTP, dan SMK. Tentunya hal ini dikoordinasikan dulu tentang sekolah yang akan dipilih. Ia berharap tahun 2021 Kota Pariaman menjadi percontohan.

“Untuk meraih semua itu kita akan lakukan intervensi penuh,” ujarnya. Selain itu untuk Bappeda di tahun 2022 ia meminta untuk bisa dianggarkan terkait dengan replikasi kegiatan ini.

Dalam kesempatan itu, Asisten II Setdako Pariaman Sumiramis mewakili Pemerintah Kota Pariaman dan OPD terkait memberikan dukungannya dan siap berkolaborasi dengan BBPOM di Padang  tentang intervensi kegiatan terpadu keamanan pangan ini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan  Kota Pariaman Lucyanel Arlem mengungkapkan salah satu upaya untuk keberhasilan program ini adalah perlunya komitmen yang tinggi dari semua pihak.

Terutama pemerintah daerah guna mewujudkan kemandirian pangan, termasuk keamanan pangan di wilayahnya. ”Desa Pangan Aman ini akan menjadi model atau replikasi bagi pemda kabupaten/kota lainnya sebagai basis peningkatan keamanan pangan hingga tingkat individu di wilayah masing-masing,” ujarnya. (nia)