Dinkes Pariaman Tracking Warga Terindikasi Covid-19

Data Covid-19 Kota Pariaman hingga tanggal 9 Mei 2020. (IST)

Dinas Kesehatan Kota Pariaman, melakukan tracking terhadap warga yang teridentifikasi Covid-19. Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran virus mematikan tersebut.

“Dalam dua hari kemarin ada peningkatan laporan kasus di Kota Pariaman. Dimana kasus pertama di Kecamatan Pariaman Tengah, kami mendapatkan laporan ada warga Pariaman yang melakukan kontak langsung dengan petugas Puskesmas Lubukbasung yang positif Covid-19 yang pulang ke Padang Alai. Dimana petugas tersebut mempunyai keluarga warga Pariaman yang juga bersilaturahmi ke Padang Alai dan kontak di sana,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul Sabtu malam (9/5).

Syahrul menyebut, setelah dilakukan tracking, ada 8 orang yang ditetapkan sebagai orang tanpa gejala (OTG). “Dimana 6 orang sudah dilakukan swab, dan 2 orang lagi bayi yang masih berumur 1 tahun dan berumur 3 bulan, besok akan kita ambil swab-nya,” jelas Syahrul.

Katanya, ke 8 orang tersebut merupakan 2 keluarga (2 rumah) yang berdomisili di suatu perumahan yang ada di Kecamatan Pariaman Tengah, dan mereka saat ini telah melakukan isolasi mandiri.

Kemudian sebut Syahrul, pada kasus kedua di Kecamatan Pariaman Timur, adalah ASN guru dari Kota Padang yang mempunyai saudara di sana.

Setelah dilakukan tracking, yang bersangkutan melakukan kontak dengan pedagang di Padang, dan pulang malam ke Pariaman. Pada pagi harinya mengeluh sakit, dan dibawa ke RS Aisyiyah Pariaman.

“Setelah dilakukan rapid test ternyata positif dan saat ini dirawat di RSUD Pariaman, yang merupakan RS rujukan Covid-19,” ujarnya.

“Karena KTP yang bersangkutan dari Padang, maka ia masuknya PDP dari Kota Padang. Sedangkan keluarga yang ada di Kecamatan Pariaman Timur, telah kita minta untuk melakukan isolasi mandiri, dan besok rencana kita akan ambil swab-nya,” sambung Syahrul.

Kemudian kata Syahrul untuk kasus ketiga di kecamatan yang sama, ada warga yang masih menggunakan KTP Kota Pariaman, yang mana yang bersangkutan berdomisi di tempat istrinya di Balaibaru Kabupaten Padangpariaman.

Dimana ketika itu sempat mengambil BLT di Kecamatan Pariaman Timur dan berinteraksi dengan perangkat desa di sana. Setelah 2 hari mengeluh sakit, dan setelah dilakukan rapid test yang bersangkutan positif dan saat ini diisolasi mandiri di Balaibaru.

Untuk kasus terakhir katanya, ada di Kecamatan Pariaman Selatan. Anak muda berusia 19 tahun yang pulang dari rantau.

Riwayatnya sempat dirawat di RS Aisyiyah Pariaman selama 12 hari, dan sudah pulang ke rumah. Kemudian pada Jumat kemarin, kembali masuk RS Aisyiyah dan setelah dirawat dan dilakukan rapid test ternyata positif, dan saat ini dirawat di RSUD Pariaman.

“Dengan adanya beberapa kasus tersebut, maka data Covid-19 Kota Pariaman, untuk jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) per tanggal 9 Mei 2020 berjumlah 4 orang. Dimana 3 orang sudah dirawat di RSUD Pariaman, yang berasal dari Kecamatan Pariaman Tengah 1 orang, Kecamatan Pariaman Selatan 1 orang dan Kecamatan Pariaman Utara 2 orang, dimana 1 orang dirawat dan 1 orang isolasi mandiri. Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 6 orang, dimana ada yang dirawat dan ada yang melakukan isolasi mandiri, dan yang terkonfirmasi positif masih tetap nol,” paparnya.

“Kemarin juga telah ada positif 1 orang warga Kecamatan Pariaman Utara dan telah dilakukan perawatan, dan Alhamdulillah, setelah beliau diisolasi dan dilakukan 2 kali tes swab, sudah negatif dan saat ini sudah kembali beraktifitas seperti sedia kala,” sebutnya.

Syahrul mengimbau masyarakat agar dapat mematuhi anjuran dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini.

Mulai dari membiasakan mencuci tangan pakai sabun, memakai masker apabila keluar rumah dan keluar rumah hanya dalam keadaan tertentu saja, jangan berkumpul dengan menerapkan physical distancing, dan bila perlu di rumah saja.

“Kita telah menerapkan PSBB di Provinsi Sumatera Barat, dan juga untuk Kota Pariaman. Untuk itu kepada warga agar mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Sehingga kita dapat mencegah dan memutus penyebaran Covid-19 ini dengan didukung secara bersama-sama, dan hendaknya kita selalu waspada terhadap ancaman Covid-19 ini,” pungkasnya. (nia)