Spesialis Pengupak Toko Dibekuk, Sempat Beraksi di Bukittinggi dan Pessel

8
UNGKAP KASUS: Kapolres Pariaman AKBP Abdul Aziz menunjukkan barang bukti peralatan yang digunakan pelaku saat mencuri di toko dan gudang di sejumlah kabupaten/kota di Sumbar.(IST)

Polres Pariaman berhasil mengungkap kasus pencurian spesialis pencurian atau pengupakan toko antar kabupaten di Sumbar. Otak aksi ini merupakan residivis kasus yang sama.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pemilik toko di kawasan Bypass Pariaman yang kehilangan sejumlah barang, Senin (7/3). Tim langsung bergerak lakukan penyelidikan, terenduslah penadah barang curian ini yang berlokasi di Kabupaten Solok dari penangkapan pelaku penadah O, 29 ini kemudian terungkap pelakunya,” ujar Kapolres Pariaman AKBP Abdul Aziz saat konfrensi pers di Mapolres Pariaman, kemarin.

Berbekal informasi dari O tersebut kemudian tim terus bergerak akhirnya mengamankan tiga pelakudi Buayan Padangpariaman sekitar pukul 02.00 dinihari Kamis (10/3).

Ketiga pelaku masing-masing HY, 46 berdomisili di Solok Selatan, HF, 36, domisili juga di Solok Selatan dan NS, 40, berdomisili di Sungailimau Padangpariaman.

Saat diamankan ketiga pelaku sedang beristirahat di dalam mobil yang mereka gunakan sebagai kendaraan untuk melakukan aksinya.

Begitu mengetahui kehadiran tim Satreskrim Polres Pariaman, ketiganya panik, dua diantaranya, HY dan HF melakukan perlawanan dan berusaha kabur hingga tim terpaksa melepaskan tembakan.

“Ternyata sebelum melakukan aksinya di Pariaman, pelaku telah melakukan pencurian di toko dan gudang di Bukittiggi dan Pesisir Selatan. Saat akan diamankan ketiga pelaku bahkan tengah merencanakan aksi pencurian di gudang beras di kawasan Padangpariaman namun batal karna sudah diamankan terlebih dahulu,” ujarnya.

Baca Juga:  Temui Menteri ATR/Kepala BPN, Genius Diskusikan PTSL dan Revisi RTRW

Selama dua bulan terakhir pelaku berhasil melakukan aksi pencurian 10 kodi seng di gudang bahan bangunan di Bukittinggi dan pencurian pupuk di Pesisir Selatan. Seng tersebut ia jual ke penadah O sementara untuk pupuk ia gunakan untuk kebutuhan kebun cabainya.

Sedangkan di Pariaman mereka berhasil menggasak 16 dus oli, 5 dus oli metic serta aki dengan perkiraan total kerugian Rp 60 juta. Namun ia menjual hasil barang curian tersebut ke penadah O seluruh barnag seharga Rp 25 juta.

“Jadi otak aksi ini HY merupakan residivis kasus yang sama, bahkan ia juga pernah jadi residivis kasus pembunuhan saat remaja. Dalam melakukan aksi mereka dak pilih-pilih barangnya apa yang bisa dan terlihat ada kesempatan maka mereka langsung beraksi,” ujar Kapolres. Terbukti bersalah pelaku terancam hukima diatas 7 tahun penjara sementara oenadah terancam hukuman diatas 4 tahun penjara. (nia)