Dua Bayi dan Tiga Pasien Positif di Pariaman Membaik

Pemko Pariaman melaksanakan rakor terintegritas terkait penanggulangan wabah virus korona di Kota Pariaman, Senin (30/3). (IST)

Kondisi dua bayi terpapar pasien positif virus korona (Covid-19) di Kota Pariaman masih dalam keadaan baik termasuk enam anggota keluarganya berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Mereka bersama dua pasien dalam pengawasan (PDP) lainnya masih menunggu pemeriksaan hasil swab Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Terpadu Fakultas Kedokteran Unand.

Sementara itu, tiga warga Solok Selatan yang positif Covid-19 juga sudah berangsur pulih di rumah sakit rujukan. Kemungkinan besar dalam waktu dekat akan sembuh berdasar informasi dari tim dokter.

“Status PDP dan OTG masih belum berubah. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan swab dari laboratorium FK Unand. Untuk kedua bayi, baru hari ini (kemarin, red) dilakukan pengambilan swab oleh tim khusus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul saat dihubungi Padang Ekspres kemarin.

Ia menyebut secara umum kondisi PDP yang menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Pariaman sudah cukup baik. PDP remaja pria asal Pariaman Selatan meskipun memiliki riwayat penyakit jantung, kondisinya juga membaik. Begitu juga dengan PDP yang warga Padang. Sebelumnya PDP asal Padang ini sempat mengalami demam tinggi dan sesak napas.

Untuk delapan OTG yang merupakan hasil tracking, kondisi mereka sehat termasuk dua anak bayi berusia 1 bulan dan 1 tahun.  OTG pertama ibu si bayi sempat kontak dengan pasien positif Covid-19 yang merupakan tenaga medis di Lubukbasung Agam.

“Alhamdulillah delapan OTG yang merupakan dua keluarga di salah satu perumahan di Pariaman kondisinya sehat. Kami terus melakukan pemantauan tiap hari untuk mengetahui perkembangan kondisi mereka,” ujar Syahrul.

Sementara Lurah Jati Hilir Pariaman Bakri saat dihubungi membenarkan kondisi delapan OTG berada di wilayahnya itu. Kedua keluarga tersebut bersaudara dan sama-sama memiliki anak bayi.

Saat ini katanya, warga bersama-sama bahu membahu memberikan dukungan moral dan membantu memenuhi pasokan kebutuhan kedua keluarga tersebut.

“Alhamdulillah kepedulian warga perumahan ini sangat baik. Jadi mereka bersama-sama membantu OTG tentunya memperhatikan protokol Covid-19 jaga jarak serta menggunakan masker,” ujarnya.

Rika, tetangga dari dua keluarga OTG tersebut mengatakan OTG ini berinisiatif melaporkan diri ke bidan desa. Pasalnya, salah satu kerabat mereka yang sempat singgah ke rumah mereka, positif Covid-19.

“Nah jadi kerabat OTG positif ini tenaga laboratorium di Lubukbasung Agam. Pas dia mengantar makanan ke rumah OTG, saat itu belum mengetahui kalau kerabatnya positif. Sehari setelah mengantar makanan ke rumah OTG, kerabatnya itu pergi mengambil sampel ke salah satu rumah sakit di Agam. Usai pengambilan sampel ini, kerabatnya ini juga diperiksa swab labornya, esok hari keluar hasilnya positif,” tutur Rika.

Informasi itulah yang kemudian membuat OTG sehari-hari bekerja di salah satu rumah sakit ini berinisiatif melapor ke bidan desa yang langsung diambil tindakan cepat dari Dinkes Kota Pariaman. Ia bersyukur OTG cepat tanggap dan memiliki inisiatif untuk langsung isolasi.

Saat ini Rika bersama warga kompleks mengambil inisiatif memenuhi kebutuhan kedua OTG yang bersaudara ini. Hal ini agar seluruh OTG fokus untuk isolasi. Tentunya semua berharap hasil swab negatif.

Mulai Membaik

Terpisah, tiga warga Solok Selatan yang positif Covid-19 sudah mulai membaik. Masing-masing berinisial YT, 55, AA, 18, dan YS, 80. Ketiga warga Batang Limpaung, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

“Mudah-mudahan saja segera sembuh dan kondisi kesehatannya sudah mulai menunjukkan hasil baik selama di karantina di rumah sakit rujukan,” terang Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman.

Khusus YT, 55, dan AA, 18, menjalani karantina di Balai Diklat PPSDM Padang. Sedangkan YS, 80, ibu dari YT dirujuk ke RSAM Ahmad Mochtar Bukittinggi.

Adanya kabar baik yang diterima Pemkab Solok Selatan terkait peningkatan kesehatan pasien positif Covid-19 selama karantina di dua tempat itu dapat menenangkan hati masyarakat, yang resah akan wabah pandemi.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman mengatakan, pihaknya sudah mengambil swab dari 67 orang yang kontak dengan 3 pasien itu. Swabnya tersebut sudah dikirim ke Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Padang, Kamis lalu. Hasilnya swabnya belum keluar dan pihaknya saat ini menunggu hasil tes tersebut.

“Saat ini kita tengah menunggu hasil sampel swab ke 67 warga yang kontak langsung dengan tiga pasien positif Covid-19 itu,” tuturnya.

Dari 67 yang sudah diambil swabnya, sebut Novirman, 17 orang tenaga kesehatan di Puskesmas Pakan Rabaa, satu Wakil Pimpinan DPRD Solsel dan 49 lainnya warga di Koto Parik Gadang Diateh dan Sungai Pagu.

Dua Pasien Sembuh

Dua pasien positif Covid-19 di Tanahdatar sembuh. Sementara 6 lainnya masih dirawat di rumah sakit rujukan di Padang.

Saat ini belum ada pasien yang meninggal. Sementara  Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 13 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 6 orang dan orang berstatus notifikasi sebanyak 846 orang.

Jubir Penanganan Covid-19 Tanahdatar Roza Mardiah mengatakan, kedua pasien sembuh berasal dari Kecamatan Lima Kaum jenis kelamin perempuan.

“Berdasarkan hasil yang kita terima dari Laboratorium Unand, sampel swab pasien 02 sudah diambil dua kali dan hasilnya negatif sehingga dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang serta akan menjalani pemulihan dan tetap berada di rumah selama 14 hari ke depan,” jelasnya.

Ia mengimbau warga untuk terus memberikan dukungan terhadap pasien 02 tersebut. “Jangan bersikap diskriminatif terhadap pasien dan keluarganya. Mari bersama-sama memberi dukungan,” ajaknya.

Kemudian  pemeriksaan swab terhadap 16 orang yang kontak erat dengan pasien warga Lintau Buo Utara yang meninggal beberapa hari lalu sudah keluar hasilnya. “Sore kemarin kita baru terima 6 sampel swab anggota keluarga warga Lintau Buo Utara yang meninggal dengan hasil negatif Covid-19, mudah-mudahan sisanya nanti juga negatif hasilnya,” tuturnya.

Pemeriksaan swab yang sudah dilakukan sebanyak 251 orang, 225 hasil swab sudah keluar, 28 belum keluar dan 6 hasil yang diragukan sudah dilakukan pemeriksaan ulang. (nia/tno/mal)