Genius Umar: Bertanam Sayur Prospeknya Besar

12
Walikota Pariaman Genius Umar memanen sayur bayam di lahan milik petani Darwin di Desa Pakasai, Kecamatan Pariaman Timur, Selasa (12/5). (Foto: IST)

Di masa pandemi Covid-19 ini, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Salah satunya permintaan kebutuhan sayur di bulan Ramadhan ini, meningkat dua kali lipat dari hari biasa.

Demikian disampaikan Walikota Pariaman, Genius Umar ketika panen sayur bayam di area perkebunan milik seorang petani di Desa Pakasai, Kecamatan Pariaman Timur, Selasa (12/5).

“Bertani sayur ini sangat besar prospeknya, dan semoga hal ini dapat ditiru oleh petani lainya dengan memanfaatkan lahan tidur yang tidak terpakai. Karena di Kota Pariaman, masih banyak lahan yang terbengkalai dan tidak diurus dibiarkan begitu saja,” ungkap Genius.

Wako mengatakan, bertanam sayur sangat menjanjikan, apalagi ditengah ancaman Covid-19 yang melanda negeri ini, sehingga agar masyarakat dapat meningkatkan ketahanan pangan dengan menanam sayur, baik untuk konsumsi pribadi maupun bisa juga untuk ekonomi.

“Pemerintah Kota Pariaman selalu memperkuat ketahanan pangan kita dengan panen hasil pertanian dari petani kita sendiri, karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berlangsung. Semoga kita selalu diberi kekuatan dan kesabaran dan tetap berusaha untuk keberlangsungan pangan kita,” tuturnya.

Lahan yang asri dan menghijau ini, dimiliki oleh petani bernama Darwin, dengan luas mencapai 1 hektare (ha), dimana lahan ini ditekuninya dengan sistem sewa kepada pemilik tanah. Tanaman sayur yang ditanam berupa bayam, kangkung, dan singkong.

“Untuk bertanam sayur, sudah saya tekuni semenjak 8 tahun lalu, sedangkan lahan di Pakasai ini, baru 1 tahun setengah saya tanami. Alhamdulillah dengan perawatan yang baik, saya dapat memanen setiap hari sayur bayam, kangkung dan singkong ini, apalagi selama bulan Ramadhan, permintaan sayur meningkat dari hari biasa,” ungkap Darwin alias Darmono yang lahir di Jawa.

“Dengan memakai pupuk kandang, setiap hari saya merawat kebun ini dibantu dengan beberapa tenaga kerja, yang mana setiap hari semenjak bulan Ramadhan bisa memanen 1.000 ikat sayur yang saya jual seharga Rp 2.000, dimana biasanya hanya panen 400 ikat saja sehari,” tambahnya. (*)