Wajib Ikuti Protokol Kesehatan, Besok Dimulai PTM di Pariaman

42
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi. (Diskominfo Pariaman)

Pemerintah Kota Pariaman akan memulai kembali pembelajaran tatap muka (PTM) mulai besok (13/08/2020). Ini dilakukan menindaklanjuti instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memperbolehkan daerah di zona hijau dan kuning melaksanakan kembali belajar di sekolah.

“Sebelumnya, telah dikeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri pada pertengahan Juni 2020 lalu. Dimana pada SKB itu dijelaskan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah hanya diperbolehkan bagi wilayah zona hijau saja, namun SKB itu telah direvisi dengan pembelajaran tatap muka di sekolah juga dibuka atau diperbolehkan bagi wilayah di daerah zona kuning,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi, Rabu (12/08/2020).

Kanderi menjelaskan, Pemko Pariaman sebelumnya telah melaksanakan PTM. Tetapi dikarenakan ada kasus positif Covid-19, PTM akhirnya ditunda.

Saat PTM nanti tegas Kanderi, pihak sekolah akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran korona. Protokol kesehatan itu meliputi pemeriksaan suhu tubuh siswa dan guru dengan thermogun, pemakaian masker, dan mencuci tangan pakai sabun.

Baca Juga:  Perkuat Kerja Sama, Wali Kota Metro Lampung Studi Tiru ke Kota Pariaman

Ia menyebut, teknis PTM nanti, jumlah siswa atau murid dibatasi. Untuk SD maksimal 14 siswa/kelas, sedangkan SMP dan SMA/SMK maksimal 16 siswa/kelas. “Belajarnya bergantian. Satu minggu tatap muka, satu minggu daring. Dimana siswa yang shift belajar tatap muka, maka siswa lainnya belajar daring, demikian sebaliknya,” jelas Kanderi.

Kemudian untuk jam masuk sekolah dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 10.15 WIB, tanpa istirahat. Setelah selesai belajar, siswa diminta langsung pulang ke rumah.

Kanderi menegaskan kebijakan ini harus diikuti oleh kesiapan satuan pendidikan atau sekolah. Apabila sekolah sudah siap menerapkan protokol kesehatan, maka sekolah diperbolehkan memberlakukan PTM, demikian sebaliknya. (*)