Hasil Swab Dua PDP di Pariaman Negatif

Satu PDP di Dharmasraya akan dikuburkan sesuai protap Covid-19. Saat ini hasil swab PDP tersebut belum keluar.

Hasil swab dua pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Pariaman negatif. Rencananya, kedua PDP tersebut akan pulang ke rumah masing-masing dan tetap harus menjalani isolasi di rumah selama tujuh hari.

“Alhamdulillah kedua PDP yang rapid test-nya sempat positif saat ini hasil swabnya dinyatakan negatif. Kami baru saja menerima surat hasil labor pemeriksaan swab keduanya dari Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul kepada Padang Ekspres kemarin 912/5).

Dengan demikian saat ini belum ada penambahan PDP di Kota Pariaman. Kedua PDP yang sempat menjalani isolasi di RSUD Pariaman tersebut satu di antaranya remaja yang berasal dari Pariaman Selatan.

Remaja pria tersebut sempat kontak dengan warga dari wilayah pandemi. Remaja pria ini memiliki penyakit penyerta sehingga ia sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta sebelum kemudian menjalani rapid test.

PDP lainnya merupakan warga Padang yang berkunjung ke rumah saudaranya di Pariaman. Sesampai di Pariaman, perempuan 44 tahun tersebut mengalami demam tinggi kemudian dibawa kerabatnya ke salah satu rumah rumah sakit di Kota Pariaman.  Ia kemudian dirujuk ke RSUD Pariaman dan mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Pariaman.

Sementara itu delapan orang tanpa gejala (OTG) dua di antaranya bayi masih menunggu hasil swab hasil pemeriksaan laboratorium. Ke enam sampel swab tenggorokan tersebut baru diserahkan, Senin (12/5).

Orang tua bayi tersebut sebelumnya melaporkan kepada Bidan Desa kalau ia sempat kontak dengan pasien positif dari Lubukbasung Agam. Kondisi ini yang membuat  orang tua bayi tersebut kemudian berstatus sebagai OTG. Dengan pulangnya kedua PDP tersebut tidak ada  PDP yang menjalani perawatan di RSUD Pariaman.

Data Dinas Kesehatan Kota Pariaman saat ini jumlah orang notifikasi di Pariaman sebanyak 143 orang dan 6 orang tanpa gejala (OTG).

Sementara itu untuk pencegahan penularan Covid-19 di Kota Pariaman, Satgas Covid 19 Pariaman terus melakukan pengawasan di perbatasan hingga menertibkan pengendara yang tidak menggunakan masker. Termasuk melakukan pengawasan pasar pagi yang ramai dikunjungi pedagang dari luar Kota Pariaman.

“Alhamdulillah saat ini pedagang di pasar pagi mulai mematuhi aturan, mencuci tangan, menggunakan sarung tangan plastik dan masker,” ujar Kasatpol PP Pariaman Elfis Candra.

Jika tak mengikuti protokol keselamatan Covid-19, pedagang tidak diperbolehkan berdagang di area pasar Pagi Pariaman. Tindakan tegas itu cukup ampuh untuk membuat pedagang dan pembeli mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19.

PDP Meninggal

Sementara itu, satu orang PDP meninggal dunia di Dharmasraya Selasa (12/5) sekitar pukul 13.50. PDP inisial TD, 20, laki-laki, warga Nagari Koto Padang Kecamatan Koto Baru dikuburkan sesuai protap penanganan Covid-19. Total sudah dua PDP yang meninggal di daerah itu.

Jubir Penanganan Covid-19 Rahmadian mengatakan PDP merupakan  pasien rujukan dari Puskesmas Sitiung I Kecamatan Sitiung.

“Kronologisnya adalah Selasa (12/5) sekitar pukul 10.00 pasien dirujuk ke RSUD Sungaidareh dan sampai di RSUD sekitar pukul 11.00 dan langsung masuk IGD. Satu jam kemudian pasien masuk ke ruang isolasi dan sudah dilakukan rapid test dengan hasill non reeaktif , disamping itu pemeriksaan swab juga sudah dilakukan,” urai Rahmadian.

Menurutnya, pasien juga mengeluhkan demam sejak beberapa hari lalu dan mengalami sesak nafas disertai batuk  sejak kemarin. Berdasarkan diagnosa rumah sakit pasien termasuk PDP berat ditambah dengan penurunan kesadaran, GCS 10.

“Walau pasien dikuburkan sesuai dengan protap Covid-19 namun yang harus diingat adalah almarhum belum bisa dikatakan positif Covid-19,” tegas Rahmadian. (nia/ita)