LKPj Wako Pariaman 2019: Pengangguran Turun, Ekonomi Tumbuh

Walikota Pariaman, Genius Umar. (IST)

Kegigihan Pemko Pariaman menggapai dana pusat untuk pembangunan daerah terlihat dengan banyaknya pembangunan menggunakan APBN tahun 2019 lalu. Sejumlah proyek yang berhasil diraih dengan menggunakan APBN tahun 2019 seperti program bantuan 1.000 rumah dari Dirjen Perumahan Rakyat Kementerian PU senilai Rp 15 juta per rumah.

Kemudian program water front city senilai Rp 9 miliar serta pembanguan Pasar Pariaman dari Kementerian PUPR. Sementara itu pembangunan water front city berasal dari perusahaan BUMN yaitu PLN dan BRI. Untuk pengaspalan jalan nusantara, pembangunan bridge water, 50 unit rumah khusus nelayan dari Kementerian PU.

“Beberapa program yang langsung berasal dari pemerintah pusat tetapi tidak masuk dalam APBD Kota Pariaman karena menggunakan APBN,” ujar Wali Kota Pariaman Genius Umar saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) TA 2019 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman, melalui vidio conference (vidcon) di ruang kerjanya, kemarin.

Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora yang disaksikan oleh seluruh kepala OPD se Kota Pariaman dikantor masing-masing.

Lebih lanjut Genius menjelaskan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 42 miliar lebih dengan capaian sebesar Rp 36 miliar atau sekitar 85,50%. Untuk capaian Dana Perimbangan sebesar Rp 596 miliar atau 106, 59 % dari target sebesar Rp 544 miliar.

Selanjutnya, dari lain-lain Pendapatan Yang Sah sebesar Rp 36,900 miliar atau 35 % dari target sebesar Rp 111 miliar. Adapun belanja daerah APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 752 miliar telah direalisasikan sebesar 93,43 % atau sekitar Rp 703 miliar.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pariaman tahun 2019 adalah 76,70 mengalami peningkatakan dibanding tahun 2018 yaitu 76,26.

Pada rapel kabupaten/kota se Sumatera Barat, IPM Kota Pariaman berada pada urutan keenam secara rata-rata berada diatas Sumbar yang besarnya 72,39. Kemudian, untuk angka kemiskinan di Kota Pariaman tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 4,76 % dibandingkan tahun 2018 sebesar 5,3 %.

Angka ini lebih rendah dibanding angka rata-rata provinsi 6,42 %. Sedangkan angka pengangguran tahun 2019 sebesar 5,42 % yakni mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar 5,72 %. Untuk pertumbuhan ekonomi berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pariaman tahun 2019 mencapai Rp 3,59 triliun.

Ini menunjukkan selama tahun 2019 terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 %. Namun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yaitu 5,51 %.

Sementara itu, lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif hingga 11 % antara lain usaha informasi dan komunikasi 9,33 %. Lapangan usaha jasa lainnya sebesar 9,95 %, lapangan usaha penyedia akomodasi makan minum sebesar 8,6 %, usaha pendidikan 8,2 %, konstruksi 7,75 %, kesehatan dan kegiatan sosial 7,41 %, usaha pedagang besar dan eceran reparasi mobil dan motor sebesar 7,14 %, usaha administrasi pemerintahan pertahanan jaminan sosial wajib 6,80 % dan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 6,74 %.

Sedangkan untuk urusan kelautan, perikanan, pariwisata, pertanian, perdagangan dan perindustrian dengan realisasi sebesar 94,23 % atau senilai Rp 61 miliar lebih. (nia)