Sektor Pertanian di Pariaman masih Menjanjikan

Harga bawang merah melambung disebabkan pasokan berkurang. (Jawapos.com)

Saat pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat karena tidak terdampak wabah tersebut. Seperti di Kota Pariaman, di Ramadhan permintaan kebutuhan sayur meningkat dua kali lipat dari hari biasa.

“Bertani sayur ini besar prospeknya. Semoga hal ini dapat ditiru oleh petani lainnya dengan memanfaatkan lahan tidur yang tidak terpakai. Pasalnya, di Kota Pariaman masih banyak lahan yang terbengkalai dan tidak diurus dibiarkan begitu saja,” ungkap Wali Kota Pariaman Genius Umar.

Menurutnya bertanam sayur menjanjikan, apalagi di tengah ancaman Covid-19. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan menanam sayur baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk ketahanan ekonomi keluarga.

Darwin, petani sayur mengatakan, ia menanam beragam sayur seperti kangkung, singkong, bayam dan sejenis sayur lainnya di lahan seluas satu hektare. Bertanam sayur, sudah ditekuninya sejak 8 tahun lalu.

Dengan perawatan yang baik, ia bisa memanen setiap hari sayur bayam, kangkung dan singkong. Sejak Ramadhan ia bisa memanen 1.000 ikat sayur yang dijual seharga Rp. 2.000.

Turun Harga

Sementara itu, komoditi bawang merah yang harganya melambung tinggi di Solok Selatan (Solsel) mengalami penurunan.
Pantauan Padang Ekspres di Pasar Tradisional Pakan Selasa, Kecamatan Pauhduo. Para pedagang menjual komoditi bawang merah Rp 50 ribu per kilogram, biasanya melambung seharga Rp 67 ribu per kilogram.

Penurunan harga tersebut, karena pasokan bawang merah mulai banyak mengisi pasar-pasar tradisional. “Walaupun harganya Rp 50 ribu per kilogram, akan tetapi pembelinya sedikit. Tidak seperti hari biasa, sekarang omset penjualan menurun,” kata seorang pedagang Lizar, 52.

Harga bawang merah kampung itu, sebutnya, minggu lalu memang mengalami kenaikan harga. Disebabkan, stok bawang menipis lantaran tidak masuknya dari daerah kabupaten tetangga. Saat ini petani Solsel sudah ada yang mulai panen komoditi tersebut  sehingga harga bawang mulai turun. (nia/tno)