7 Rumah Dihantam Gelombang Pasang, Warga Diminta Jauhi Bibir Pantai

7
DIHANTAM GELOMBANG: Rumah warga yang rusak dihantam gelombang pasang di kawasan Sungaipisang, Senin (12/7). Setidaknya ada 7 rumah dihantam gelombang tahunan itu.(RANDI/PADEK)

Gelombang pasang menghantam 7 rumah warga di kawasan pantai Sungaipisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Senin (12/7). Informasi yang diterima Padang Ekspres, gelombang pasang disertai angin kencang, setidaknya merusak 7 unit rumah warga di RT 01 /RW 02 Kelurahan Sungaipisang.

Lurah Sungaipisang, Zulfahmi mengatakan, gelombang pasang air laut terjadi sejak pagi hari dan menghantam rumah warga di sekitar pantai Sungaipisang.

”Ya, pagi tadi (kemarin, red) gelombang pasang terjadi di pantai Sungaipisang tepatnya di RT 01 /RW 02 yang mengakibatkan 7 rumah warga mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Fenomena gelombang pasang ini, lanjutnya, memang sering terjadi di wilayah pantai Sungaipisang atau tepatnya di sepanjang pantai.


“Gelombang pasang air laut yang terjadi di sepanjang pantai Sungaipisang memang sering terjadi setiap tahun,” terang Zulfahmi.

Ia mengatakan, guna mengantisipasi terjadi lagi gelombang pasang air laut susulan masyarakat diminta menghindari kawasan bibir pantai terlebih dahulu.

“Kami juga sudah mengajukan proposal kepada dinas terkait supaya bisa dipasang dan dibangun batu pemecah ombak atau batu krip di sepanjang pantai Sungaipisang,” ujarnya.

Lebih lanjut Zulfahmi menyebut, saat ini kalau dilihat batu krib yang sudah terpasang dalam bentuk menjorok jauh ke laut, tepatnya bentuk leter T dan lurus.

Baca Juga:  Pelantikan ASN Digelar di Lapangan Terbuka

“Kami inginkan kalau bisa baru krib itu di buat sekeliling bibir pantai tidak menjorok ke laut lagi. Kalau sekarang ini baru kribnya hanya sekadar untuk memecah ombak di tengah, rupanya ombak tersebut tidak pecah,” ulasnya.

Untuk itu Zulfahmi mengimbau masyarakat untuk terus waspada karena yang namanya gelombang pasang tidak bisa dipastikan kapan datangnya.

“Jika saya lihat pada umumnya gelombang pasang ini terjadinya di waktu pagi atau sore hari, tapi kebanyakan cenderung pagi. Maka dari itu diminta kesiapsiagaan dan berhati-hati saat terjadinya gelombang pasang air laut itu,” tuturnya.

Terpisah, Kasi kedaruratan BPBD Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan, memang terjadi gelombang pasang air laut di kawasan pantai Sungaipisang.

“Informasi yang diterima, gelombang pasang air laut yang terjadi di Sungaipisang itu mengakibatkan beberapa rumah warga sekitar menjadi rusak,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya akan mencari tahu bagaimana penanganan teknis yang dilakukan pascaterjadinya gelombang pasang air laut yang menghantam rumah warga di Sungaipisang tersebut.

“Kalau penanganan teknisnya lebih ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), jadi kita coba koordinasikan dulu bagaimana jalan keluar penanganannya,” tukas Sutan. (ran)