Putri Ramadhani: Dapat Beasiswa SagaSaja, Kembangkan Varian Kerupuk Emping

10
BERPRESTASI: Putri Ramadhani saat meraih peringkat pertama lomba Bisnis Plan yang diselenggarakan PNP se Indonesia bertempat di Pontianak.(IST)

Program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SagaSaja) yang digagas Pemko Pariaman sejak 2018 lalu memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Tak hanya fokus kuliah bahkan penerima program ini mampu berprestasi hingga tingkat nasional, seperti Putri Ramadhani, 21, diantaranya.

Putri Ramadhani, 21, mahasiswi Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Padang (PNP) menyambut kehadiran Padang Ekspres di Desa Cimparuah Pariaman Tengah Kota Pariaman.

Putri merupakan putri dari Syafril dan Murlina Bakri anak ke 3 dari 4 bersaudara. Sehari-hari sang ayah bekerja sebagai buruh lepas dan ibunya menjual gorengan di teras rumah untuk menambah penghasilan keluarga.

Ketika menyelesaikan pendidikan SMA, 2018 lalu, Putri sempat khawatir ia tak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selain karena tak lulus program bidik misi dan PMDK, Putri juga khawatir biaya pendidikan yang harus ditanggung kedua orangtuanya, sebab saat itu dua orang kakaknya juga sedang kuliah.

Beruntung ada kerabat yang sering membantu mereka, sehingga kedua kakaknya tetap melanjutkan pendidikannya. “ Alhamdulillah saat itu saya dapat infornasi dari desa, Pemko Pariaman memberikan kesempatan kuliah lewat jalur beasiswa SagaSaja. Saya ikut, alhamdulillah saya lulus di PNP,”ujarnya.

Putri pun bersemangat melanjutkan pendidikan di PNP. Ia memilih jurusan Administrasi Bisnis. Dijurusan ini ia menemukan passionnya. Naluri bisnis Putri pun bergelora.

Ia melihat emping melinjo atau biasa disebut karupuak baguak di Pariaman memiliki potensi pasar yang cukup luas. Putri pun berjualan karupuak baguak dengan kemasan modern dengan rasa kekinian.

Ada beragam varian rasa karupuak baguak yang di brand dengan bahasa gaul mulai dari rasa kabau panggang untuk rasa barbeqiu, rasa muluik manih untuk varian rasa jagung hingga rasa padeh salayang untuk rasa pedas manis.

Produk yang ia produksi bersama keluarganya ini pun mendapat sambutan positif dari konsumen. Karupuak baguak menyasar pembeli dari segala usia dan kalangan.

Baca Juga:  DWP: Electrifying Lifestyle Keren

Pemasarannya melalui sistim titip ke toko oleh-oleh hingga market place dan instagram. Sedikitnya ia membukukan omzet Rp 2 juta perbulan, kalau sedang ramai bisa hingga 3 juta perbulan.

“ Alhamdulillah dengan usaha ini juga sedikit membantu perekonomian keluarga,”ujarnya. Dengan usahanya ini Putri langsung menerapkan ilmu yang ia peroleh dibangku kuliah dalam membangun usahanya. Saling mendukung antara usaha dan pendidikannya.

Putri yang saat ini sedang menunggu jadwal sidang skripsi juga mengukir prestasi di kampusnya. Beragam kompetisi mulai dari lokal hingga nasional ia ikuti beberapa diantaranya menjadi pemenang.

Mulai dari 2018 ia berhasil menjadi juara III lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) terinovasi yang diselenggarakan Kemendikbud Riset Dikti hingga Juara III tingkat nasional pada program Ekspo Produk Mahasiswa.

Terbaru Putri meraih peringkat pertama lomba Bisnis Plan yang diselenggarakan PNP se Indonesia bertempat di Pontianak. “Namun demikian kuliah tetap yang utama, alhamdulillah nilai akademik saya memuaskan. Saya selalu memotivasi diri untuk memiliki tanggung jawab moral terhadap Pemerintah Kota Pariaman yang sudah memberikan saya kuliah lewat jalur Saga Saja ini,”ujarnya.

Ke depan Putri berharap membangun bisnisnya hingga besar dan membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Apalagi potensi emping melinjo prospeknya bagus.  Ada banyak pengrajin emping melinjo di Pariaman, namun masih menjualnya dalam produk mentah.

Dengan inovasi emping melinjo atau karupuak baguak chip milik Putri memberi keuntungan lebih, berat 300 gram ia jual seharga Rp 7000. “ Insya Allah Karupuak Baguak chips ini prospeknya bagus karna Pariaman destinasi wisata. Saya juga sedang mengurus perizinan semoga nanti bisa dijual di supermarket yang ada di Sumbar,”ujarnya. (*)