Sumbar Rawan Bencana, Doni: Optimalkan Mitigasi Berbasis Vegetasi

64

Besarnya potensi bencana gempa, tsunami dan abrasi pantai di Sumatera Barat, khususnya wilayah pesisir, menuntut pemerintah daerah harus memiliki strategi mitigasi yang mumpuni namun tidak berbiaya tinggi. Mitigasi berbasis vegetasi adalah salah satu metode yang bisa diterapkan disamping mitigasi berbasis infrastruktur.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Pariaman Genius Umar dan Kalaksa BPBD Erman Rahman, saat kunjungan ke Pantai Kata, Kota Pariaman, Rabu (14/4/2021)

Kunjungan Doni ke Pariaman bersama jajaran BNPB dan BPBD untuk memantau kesiapan mitigasi bencana di Sumbar. Khususnya mitigasi bencana berbasis vegetasi seperti penanaman pohon pinago di Pantai Pariaman.

“Kunjungan saya kemari untuk melihat tanaman yang ditanam Pak Wapres, pas satu minggu pasca ditanam. Biasanya setelah tanam pohon, selesai, padahal perawatannya itu penting. Saya apresiasi Pariaman, bibit pohon yang ditanam juga dirawat, ini bisa jadi contoh. Bukan berapa banyak kita menanam pohon tapi berapa banyak yang tumbuh, itu yang penting,” ungkap Doni.

Salah satu jenis tanaman yang direkomendasikan adalah pinago. Doni mengatakan, dalam beberapakali surveinya ke lokasi bencana selama ini, pohon pinago terbukti lebih tahan abrasi dibandingkan jenis lainnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa membuat program pembibitan pinago yang selama ini hanya tumbuh liar saja.

“Risiko bencana di Sumbar ini sangat besar, khususnya wilayah pesisir. Oleh sebab itu mitigasi itu harus dengan kombinasi antara mitigasi berbasis vegetasi dan mitigasi berbasis insfrastruktur. Kalau infrastruktur itu berbiaya besar, makanya yang vegetasi lebih baik. Pohon pinago ini bagus, tahan abrasi dan berumur panjang. Jadi kalau bisa dibantu pembibitannya,” tambah Doni.

Baca Juga:  Prokes Ketat, Pemko Pariaman Rencanakan Shalat Ied di Balaikota

Doni juga mengatakan pohon yang ditanam di kawasan tersebut menunjukkan perkembangan yang baik dan berpotensi tumbuh. Jadi setelah satu minggu pohon ini masih ada daunnya atau tidak rontok, ini menunjukkan pohon itu berpeluang untuk hidup lebih dari 80 sampai 90 persen.

“Di Kota Pariaman, Sumatera Barat, ditanam pohon yang beberapa di antaranya dilindungi dengan pagar agar tidak rusak, baik karena angin maupun hewan ternak. Bahkan, pohon yang ditanam oleh Wapres Ma’ruf Amin dipagar dengan tembok dan besi,” pujinya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi, mengatakan, pinago bisa direkomendasikan sebagai salah satu jenis tanaman sebagai tanaman tahan abrasi pantai. Kita berharap pemerintah kabupaten dan kota bisa membuat program pembibitan pinago yang selama ini hanya tumbuh liar saja.

“Pohon pinago ini bagus dalam menahan abrasi dan berumur sangat panjang. Jadi kalau bisa dibantu pembibitannya oleh OPD terkait,” pinta Mahyeldi.

Wali Kota Pariaman Genius Umar menyampaikan terima kasih atas kedatangan BNPB dan melaporkan bahwa tiap desa sudah ada kelompok siaga bencana lengkap dengan manajemen dapur umum.

“Ke depan akan kita tingkatkan mitigasi berbasis vegetasi khususnya penanaman pohon pinago,” imbuh Genius.

Selain mengunjungi Pariaman, Doni Monardo dijadwalkan juga akan meninjau mitigasi abrasi pantai di Pantai Padang, Painan dan Bengkulu.

“Pak Doni beserta Pak Gubernur akan meninjau realisasi pembangunan pengaman pantai yang dibantu BNPB. Kemudian ke Pesisir Selatan, memimpin rakor dengan bupati dan wali kota dalam penanganan pandemi Covid-19 dan bencana alam,” ujar Kalaksa BPBD Sumbar Ermn Rahman. (wni)

Previous articleSempat Dirawat di RS, Anggota DPRD Mentawai Meninggal Dunia
Next articlePariyanto Minta Tokoh Agama Selalu Ingatkan Prokes pada Masyarakat