BNI KCP Pariaman Distribusikan Buku Tabungan Penerima BLT Dana Desa

Salah satu staf BNI KCP Pariaman saat menjelaskan kepada salah satu kepala desa, perihal pendistribusian buku tabungan penerima BLT Dana Desa, Kamis (14/5). (Foto: IST)

BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pariaman mendistribusikan buku tabungan kepada kepala desa se Kota Pariaman bertempat di Kantor DPMD Kota Pariaman, Kamis (14/5). Buku ini digunakan untuk penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).

“Sebanyak 3.631 kepala keluarga (KK) diberikan BLT dari dana desa melalui bank BNI. Tapi masih ada lima desa lagi yang terlambat mengantar surat. Besok, empat desa akan segera diserahkan buku tabungan tersebut, sedangkan satu desa belum ada kabar,” ungkap Kepala BNI KCP Pariaman, Defitrial.

Defitrial menjelaskan, pendistribusian buku tabungan ini diserahkan langsung kepada kepala desa dan setelah itu dilanjutkan penyerahan kepada penerima BLT di masing-masing desa. “Setelah itu pada hari Senin atau Selasa depan akan dibagikan lagi kartu anjungan tunai mandiri (ATM),” sebutnya.

Kartu ATM ini sambung Defitrial, dapat digunakan untuk mengambil uang BLT untuk menghindari penumpukan jika melakukan pengambilan di outlet BNI. “Selain melalui ATM BNI juga bisa mengambil melalui ATM non BNI dan agen BNI 46 yang ada di desa-desa. Dan untuk tahap berikutnya kita masih menerima data dari Dinas Sosial dan jika ada maka kita bukakan lagi sesuai permintaan dari Dinas Sosial,” tuturnya sambil berharap dana BLT ini bisa dimanfaatkan masyarakat terutama bagi mereka yang terdampak Covid-19.

Kepala Desa Manggung, Oscar menyampaikan bahwa BLT dari Dana Desa yang disalurkan melalui BNI ada sebanyak 89 KK untuk masyarakat Desa Manggung. “Namun data itu masih ada data ganda yang di luar kategori yang tergolong PNS. Kami dari pemerintahan desa langsung mengambil sikap untuk mengeluarkan data yang tidak termasuk kategori tersebut,” ungkapnya.

Ia meyebut, untuk penyerahan tersebut segera dikucurkan kepada masyarakat pada hari Senin atau Selasa depan. “Kami dari pihak desa nantinya yang langsung memberikan melalui door to door. Artinya dari pemerintahan desa langsung memberikan ke rumah-rumah warga, sehingga tidak terjadi lagi perkumpulan atau keramaian sesuai dengan penerapan PSBB di Kota Pariaman,” pungkasnya. (*)