Didatangi Tim Pusat, Terminal Tipe A Jati Ikut Lomba Terminal Sehat

30
Tim pusat melakukan verifikasi di Terminal Tipe A Jati yang mengikuti lomba terminal sehat. (Diskominfo Pariaman)

Terminal Tipe A Jati Kota Pariaman mengikuti Lomba Terminal Sehat Tahun 2020. Pemerintah Kota Pariaman telah menyiapkan semua persyaratan yang nantinya akan dinilai oleh tim pusat.

“Insya Allah, kami telah memiliki kesiapan dan kelayakan yang disyaratkan dalam lomba terminal sehat,“ ungkap Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Jati Pariaman Kementerian Perhubungan, Hary Leo Agusta, Selasa (13/10/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesiapan dan kelayakan Terminal Tipe A Jati Pariaman untuk mengikuti lomba, bisa dilihat dari kondisi lingkungan terminal yang sehat dan mendukung upaya peningkatan kesehatan, lingkungan, dan fasilitas.

“Disamping kondisi lingkungan dan kelengkapan fasilitas, penilaian juga dilakukan pada pelaksanaan protokol kesehatan di terminal. Saat ini Terminal Tipe A Jati Pariaman sudah menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan area wajib menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik, mengukur suhu tubuh bagi para pengunjung maupun petugas dan pembatasan jarak tempat duduk penumpang diruang tunggu terminal,” paparnya.

Ia berharap, Terminal Tipe A Jati Pariaman dapat meraih hasil terbai. “Kami bersama para petugas selalu berusaha sebaik mungkin dalam mengelola terminal serta memberi kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung terminal,” akunya.

Baca Juga:  Sakit Langka, Dapat Bantuan Setiap Bulan

Ketua Tim Penilai Pusat, Suprayitno menjelaskan pihaknya melakukan verifikasi terhadap kondisi sesungguhnya di Terminal Jati Tipe A Pariaman yang diusulkan sebagai salah satu dari sekian banyak terminal Tipe A diseluruh Indonesia untuk lomba terminal sehat dalam rangka penerapan protokol kesehatan.

“Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam protokol kesehatan yakni dipastikan setiap penumpang menggunakan masker, sebelum menaiki bus diperiksa suhu tubuhnya, dan harus ada informasi-informasi bagi penumpang yang diperlukan dalam menjaga kesehatan,” jelasnya.

Kemudian katanya juga ada penilaian sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kota/kabupaten. “Kami mendapat informasi sinergi tersebut sangat bagus,” katanya. (*)