Dua Bayi dan 6 OTG di Pariaman Negatif Covid-19

Wali Kota Pariaman Genius Umar memberikan masker kepada pengendara. (Foto: Diskominfo)

Hasil swab enam warga Pariaman yang masuk daftar orang tanpa gejala (OTG) negatif. Sementara itu Tim Penanganan Covid-19 Pariaman melakukan penguburan satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 1 positif Covid-19 asal Kota Padang yang merupakan perantau Pariaman.

“Alhamdulillah hasilnya sudah keluar, enam orang warga Pariaman yang sebelumnya masuk daftar OTG pukul 10.00 tadi (kemarin, red) sudah keluar hasilnya dan negatif. Saat ini mereka sudah bisa kembali bekerja. Tentunya tetap mengikuti protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul kepada Padang Ekspres, kemarin.

Dengan demikian dua bayi anak dari dua OTG tersebut juga dinyatakan negatif. Kedua bayi tersebut awalnya juga akan menjalani swab. Karena kondisinya masih rawan, keduanya tidak jadi menjalani swab. Kedua bayi baru akan di swab jika kedua orang tuanya positif Covid-19. Namun karena orang tua hasil swabnya negatif maka pengambilan swab bayi itu dibatalkan.

Sebelumnya enam orang itu termasuk kedua bayi ditetapkan sebagai OTG di Kota Pariaman. Mereka merupakan dua keluarga yang berdomisili di perumahan Jati di Pariaman memiliki hubungan keluarga. Salah satu dari mereka melaporkan ke puskesmas karena sempat kontak dengan OTG positif Covid-19 yakni tenaga laboratorium rumah sakit di Lubukbasung, Kabupaten Agam.

Mereka termasuk bayi menjalani isolasi sejak Jumat (8/5) lalu. Warga perumahan bahu membahu membantu pasokan kebutuhan mereka dengan cara menggantungkan plastik berisi kebutuhan pokok di rumah OTG.

Nah, dengan keluarnya hasil laboratorium yang menyatakan OTG negatif, maka kedua keluarga tersebut sudah bisa beraktivitas kembali. Tentunya tetap memperhatikan standar kesehatan pencegahan Covid-19.

Dua Pasien Positif Meninggal

Sementara itu, Rabu (13/5) dua perantau Pariaman yang berdomisili di Padang berstatus pasien positif Covid-19 dan pasien dalam pantauan (PDP) dikuburkan di Pariaman. Proses penguburan sesuai protap Covid-19 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Pariaman beserta Satgas Covid-19.

Syahrul menyebut proses penggalian kuburan dilakukan oleh masyarakat sementara proses penimbunan kuburan dilakukan oleh Satgas Covid -19 dibantu PMI Kota Pariaman.

Pedagang Jalani Rapid Test

Terpisah, di Kabupaten Dharmasyara puluhan pedagang di Pasar Pulaupunjung menjalani rapid test, kemarin. Rapid test itu dilakukan Dinas Kesehatan Dharmasraya bersama dengan Labor Kesehatan Daerah (Labkesda)  dan jajarannya.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Rahmadian mengatakan, pemeriksaan dilaksanakan dengan target 129 orang. Hal itu bertujuan mencegah penyebaran virus. Dengan adanya rapid test itu, ke depan masyarakat tidak cemas lagi untuk melakukan kegiatan perekonomian seperti biasa, tentunya tetap mengikuti protap penanganan Covid-19.

Meskipun ada hasilnya non reaktif, diharapkan masyarakat tetap untuk jaga jarak aman 1-2 meter,  keluar rumah hanya jika ada keperluan penting dan tetap menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun. “Dinkes berkomitmen melaksanakan tracking pasien positif untuk percepatan penanganan wabah,” tegasnya.

Wali Nagari Ampek Koto Pulaupunjung David Iskan, menjelaskan, rapid test tersebut bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Apalagi beberapa orang pedagang diketahui positif Covid-19.  “Secara keseluruhan yang ikut tes sekitar 60 orang. Sebagian besar pedagang, namun ja ada sopir travel, tukang ojek pangkalan, camat, kepala jorong dan termasuk saya sendiri. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” harap David. (nia/ita)